Skip to main content

MASKANUL HUFFADZ.COM – I’tikaf secara bahasa adalah berdiam diri. Secara istilah yaitu berdiam diri di masjid untuk mendekatkan diri kepada Allah. Biasanya ibadah ini dilakukan pada sepuluh terakhir Bulan Ramadhan, bertepatan dengan waktu-waktu malam Lailatul Qadr.

I’tikaf adalah ibadah sunnah yang dianjurkan dilaksanakan, sebagaimana dijelaskan sabda Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, berikut:

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُجَاوِرُ فِي الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ وَيَقُولُ تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِي الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ روا ه البخاري

Artinya: Dari Aisyah r.a., Rasulullah saw. i’tikaf pada sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan, dan beliau bersabda, “Carilah Lailatul Qadar pada sepuluh malam yang akhir dari Ramadhan,” (HR. Al-Bukhari).

Pensyariatan I’tikaf ini bertujuan agar kita dapat beribadah lebih fokus, sebagaimana Imam Ibnul Qayyim berkata, “Allah mensyariatkan I’tikaf tujuannya agar hati lebih tenang, memusatkan hati, mendekatkan diri kepada Allah, serta menghilangkan kesibukan yang berhubungan dengan manusia, lalu mengalihkannya hanya pada Allah saja.”

Sebagaimana kita pahami pelaksanaan I’tikaf dilaksanakan di masjid, tentunya kita harus memperhatikan adab saat beri’tikaf. Berikut 8 adab yang wajib dipahami agar ibadah kita berkualitas, berdasarkan Buku Risalah I’tikaf dan Lailatul Qadr karangan Yusuf Abu Ubaidah As-Sidawi:

  1. Menghadirkan niat yang baik untuk meraih pahala dari Allah.
  2. Menghadirkan hikmah i’tikaf yaitu untuk fokus ibadah dan mengejar malam lailatul Qadr.
  3. Tidak keluar dari masjid kecuali ada kebutuhan mendesak.
  4. Menyibukkan diri dengan ketaatan kepada Allah, seperti shalat, membaca al-Qur’an, membaca dzikir, istighfar, banyak berdo’a atau mengkaji ilmu dan sebagainya.
  5. Dianjurkan untuk meninggalkan hal-hal yang tidak bermanfaat baik ucapan maupun perbuatan.
  6. Memperbanyak amalan sunnah dengan berbagai macam variasi ibadah agar tidak merasa bosan dan jemu.
  7. Membawa buku-buku ulama khususnya kitab Tafsir Al-Qur’an untuk merenungi Al-Qur’an.
  8. Tidak banyak makan, minum, ngobrol dan tidur agar hati lebih lembut dan lebih khusyu’, juga untuk menjaga waktu dan agar terhindar dari dosa-dosa.

Kesimpulannya, I’tikaf merupakan ibadah yang dapat menjadi sarana untuk lebih dekat dengan Allah dan meningkatkan kualitas dan kuantitas ibadah. Melalui I’tikaf seorang Muslim dapat memaksimalkan ibadahnya, dan hal ini dapat menjadi sarana untuk mencapai malam Lailatul Qadr. Semoga kita dapat memaksimalkan ibadah di akhir Ramadhan ini serta mendapatkan ampunan dan keberkahan dari malam Lailatul Qadr. Aamiin.

Leave a Reply