MASKANULHUFFADZ.COM – Dalam rangka kunjungan kerja dan silaturahmi lembaga, Maskanul Huffadz mengutus tiga delegasi ke Jepang. Dua diantaranya para direksi Maskanul Huffadz yakni, Ummi Della Ardila Sofia, M.Pd (Direktur Kepesantrenan), Manda Ayu Lestari, S.Hum., M.Pd (Direktur Keuangan dan Pelayanan Umum), dan Kepala Sekolah PaudQu Maffadz Ummi Rahmawati Abdullah, M.Pd. Kunjungan ini berlangsung selama sembilan hari sejak 31 oktober hingga 9 November 2025.
Selama kunjungan para delegasi ini mengikuti beberapa agenda yang cukup padat. Tiga agenda utama yang diikuti di antaranya, Pertama, agenda diskusi dan penandatanganan MOU kerja sama dengan Al-Sanad School pada 6 November. Kedua, pada keesokan harinya para delegasi melaksanakan studi banding ke YUAI International School jenjang Kindergarten (TK), kemudian pada sore harinya berkesempatan mengajar di TPA Hikari Jepang. Ketiga, puncak agenda berlangsung pada 8 November 2025, ketika ketiga delegasi diundang sebagai pemateri dalam Talkshow Refleksi Akhir Tahun Bersama Al-Qur’an yang digelar oleh Komunitas Muslim Saitama (KAMIS), sekaligus menjadi rangkaian milad pertama komunitas tersebut.
Acara talkshow disambut hangat oleh para muslim Indonesia di Jepang, setidaknya 50 peserta hadir memadati Masjid Baitul Aman. Acara ini diangkat sebagai bentuk silaturahmi antar orang muslim Indonesia di Jepang, sekaligus refleksi diri menyambut tahun baru 2026.
Adapun rangkaian kegiatannya, selain materi yang disampaikan oleh tiga delegasi ini acara dilengkapi dengan belajar Al-Qur’an metode Maffaz. Acara talkshow sangat inspiratif dan menambah motivasi para peserta untuk belajar dan menghafalkan Al-Qur’an.
Sebagaimana yang dijelaskan LY (34), salah satu perantau Indonesia yang sudah 13 tahun di Jepang. Menurutnya acara ini sangat bermanfaat dan sangat relevan dengan kondisi para perantau yang sering kali dihadapkan dengan kondisi psikologi.
“Saya tertarik mengikuti kajian ini karena pemateri yang didatangkan sangat kompeten dalam bidang ilmu yang disampaikan. Terutama materi yang diangkat sangat relevan dengan kebutuhan jiwa. Dari materi yang disampaikan saya mendapatkan dua pandangan baru, selama ini kita merasa sepi, galau, gersang, bukan karena kita yang sudah menjauhi Al-Qur’an, tetapi Al-Qur’an yang telah meninggalkan kita. Menumbuhkan kecintaan pada Al-Qur’an itu sangat mudah, tetapi yang menjadi PR membuat Al-Qur’an itu yang cinta pada kita,” jelasnya.
Pada akhir talkshow, kajian ditutup dengan belajar tahsin secara bersama-sama yang dibimbing langsung oleh tiga delegasi Maskanul Huffadz. Pembelajaran berjalan lancar dan penuh antusias, mereka mendapatkan semangat baru untuk terus belajar Al-Qur’an.
“Semoga kegiatan bertema Al-Qur’an seperti ini lebih rutin dilaksanakan, dan kedepannya diharapkan ada jadwal khusus halaqah Qur’an. Tujuannya agar ada perkumpulan yang menjaga semangat dalam belajar,” tambah LY.
Dengan berkunjungnya para delegasi Maskanul Huffadz ke Jepang, semoga dapat memberi warna baru untuk kemajuan Maskanul Huffadz kedepannya.










