MASKANULHUFFADZ.COM – Suasana haru mewarnai wisuda akbar Maskanul Huffadz pada 3 September 2025 . Sebanyak 35 pengurus dan santri diberangkatkan umroh. Dua di antaranya ustadzah Faridatussyifa (Tim Kurikulum Program Pengkaderan Da’i Qur’an) dan Ustadzah Yustika (Musyrifah PaudQu Maffaz). Kedua pengurus ini mendapatkan kesempatan menunaikan ibadah umroh dari travel Biota Wisata. Ini merupakan kolaborasi perdana antara Maskanul Huffadz dengan Travel Biota Wisata. Travel Biota Wisata merupakan salah satu travel swasta nasional yang bergerak pada perjalanan ibadah umroh dan wisata religi domestik dan internasional.

pengurus melewati umrohHadiah umroh diberikan sebagai bentuk penghargaan pesantren pada kedua pengurus tersebut yang telah mengabdi kurang lebih enam tahun di Maskanul Huffadz. Kedua pengurus tersebut mengikuti ibadah umroh selama 12 hari sejak tanggal 9 hingga 20 desember 2025. Pengurus tersebut berangkat dari Indonesia menggunakan kloter kedua bersama 18 orang jamaah lainnya.

Lebih lanjutnya, selain menawarkan fasilitas lengkap dan mewah, Travel Biota Wisata juga memberikan pelayanan yang mengesankan. Ustadzah Syifa mengungkapkan bahwa pengalaman umroh perdananya sangat berkesan. Travel yang mendampinginya dinilai memberikan layanan optimal kepada para jamaah. Tidak hanya memberikan pembekalan umroh, travel ini juga membiayai pembuatan paspor serta menyediakan penerbangan bersama Saudi Airline, sehingga jamaah dapat langsung mendarat di Makkah.

Sementara itu, rangkaian ibadah umroh diawali dengan manasik pada tanggal 27 November. Setibanya di Makkah, jamaah menjalani rangkaian ibadah selama tujuh hari dan melaksanakan umroh sebanyak tiga kali. Perjalanan kemudian dilanjutkan ke Madinah selama lima hari. Selain itu, pihak travel juga memfasilitasi wisata religi ke sejumlah lokasi bersejarah, seperti Jabal Rahmah, Jabal Tsur, Mina, Muzdalifah, Arafah, dan tempat-tempat penting lainnya.

Kebahagian Pengurus Mendapatkan Hadiah Umroh

Pemberian hadiah umroh ini disambut dengan penuh bahagia oleh kedua pengurus, mereka sangat bersyukur diberikan kesempatan bisa menunaikan ibadah langsung di depan kak’bah. Menurut mereka hadiah ini adalah mimpi yang selalu mereka lantunkan dalam doanya. Pada setiap tahunnya mereka sangat berharap nama mereka bisa terpilih untuk mendapatkan kesempatan berharga ini.

Ustadzah Syifa mengungkapkan rasa harunya saat menerima keberangkatan kabar umroh.

“Saya bukan tipe orang yang mudah menangis, tetapi saat pengumuman hadiah umroh yang disampaikan, air mata saya tak terbendung. Kebahagiaan dan rasa syukur begitu melimpah. Bagi sebagian orang, umroh mungkin hal yang mudah, tetapi bagi saya membutuhkan waktu dan usaha yang besar. Tidak hanya saya, ibu saya pun merasakan kebahagiaan yang sama,” ungkapnya.

Tanggapan serupa disampaikan oleh Ustadzah Yustika, yang juga sama-sama berjuang bersama selama enam tahun di Maskanul Huffadz.

“Saya sadar dosa saya banyak, dan rasanya mustahil bisa melihat Ka’bah sedekat ini. Namun semua ini adalah anugerah Allah. Umroh bukan soal uang atau sedikitnya dosa seseorang, tetapi murni karena rahmat dan pilihan Allah. Semoga kesempatan ini menjadi wasilah untuk menjadi pribadi yang lebih bersyukur,” ujarnya.

Harapannya melalui program hadiah umroh seperti ini dapat meningkatkan integritas dan kualitas dedikasi para pengurus dalam menjalankan dakwah. Harapannya di tahun-tahun berikutnya semakin banyak travel yang berkolaborasi untuk memberikan kesempatan umroh bagi para pengurus.

Leave a Reply