MASKANULHUFFADZ.COM – Anxiety disorder atau yang sering dikenal dengan gangguan kecemasan merupakan salah satu kondisi kesehatan yang menjadi beban mental. Secara psikologi kecemasan merujuk pada perasaan gelisah, cemas, dan takut, yang diperlukan pada antisipasi risiko atau bahaya masa depan. Faktanya berdasarkan hasil survei WHO 2025 lebih dari satu miliar orang di dunia mengalami kondisi ini.

Kecemasan ini terus bertambah dan meningkat setiap harinya, dan kondisi ini dipengaruhi oleh kehidupan modern yang serba cepat, penuh tekanan, ketidakstabilan sosial, hingga tantangan digitalisasi. Gangguan ini tidak hanya berdampak pada mental tetapi juga produktivitas sosial dan ekonomi masyarakat.

Kecemasan sangat berpengaruh pada kesehatan baik fisik maupun mental seseorang, secara fisik kecemasan dapat memicu penyakit jantung, tekanan darah, masalah pencernaan, sakit kepala, nyeri otot, daya tahan tubuh, dan berbagai penyakit fisik lainnya menurun. Sementara itu, kecemasan secara mental dapat mengakibatkan gangguan tidur, kekhawatiran yang sulit dihentikan, panik, depresi, dan kegagalan mengambil keputusan.

Inilah dampak kecemasan jika tidak segera ditanggulangi. Fakta menariknya, ternyata jauh sebelum kehidupan modern memperkenalkan kegelisahan, Al-Qur’an terlebih dahulu menjelaskan gangguan ini.

Berikut beberapa terapi yang ditawarkan dalam Al-Qur’an dalam mengatasi kecemasan:

Kecemasan merupakan sikap cemas, sesak, gagal, dan takut mengambil keputusan, maka diperlukan hati yang tenang jiwa yang kokoh dalam menghadapinya. Cara mendapatkanya kembali mengingat Allah. Dalam ayat ini, Allah menjelaskan orang-orang yang mendapat petunjuk Allah, yaitu orang-orang beriman dan hatinya menjadi tenteram karena selalu mengingat Allah. Dengan mengingat Allah, hati menjadi tenteram dan jiwa menjadi tenang, tidak merasa gelisah, takut, ataupun khawatir. Mereka melakukan hal-hal yang baik, dan merasa bahagia dengan kemudahan yang dilakukannya. Adapun amalan yang dilakukan sebagai aplikasi dari mendekat pada Allah dengan berzikir (Qs. An-Nisa ayat 103), shalalat (Qs. Al-Hijir ayat 9), dan membaca Al-Qur’an (Qs. Al-Qamar ayat 17, 22, 32, 40).

Nah, dari sini dapat kita pahami bahwa tidak ada yang harus kita cemaskan dalam hidup ini. Pada dasarnya semua kehidupan sudah ditetapkan oleh Allah, kita hidup berusaha dengan maksimal, dan berserah diri pada Allah sebagai bentuk taat.

Leave a Reply