MASKANULHUFFADZ.COM – Bulan Sya’ban merupakan bulan istimewa, bahkan Rasulullah shalallahu alaihi wasallam sangat mencintai bulan ini. Bulan Sya’ban disebut istimewa disebabkan seluruh amalan manusia diangkat langsung untuk dipersembahkan kepada Allah.

Dijelaskan dalam hadis dari sahabat Usamah bin Zaid, dia berkata, “Aku bertanya kepada Nabi, Ya Rasulullah, aku tidak melihat engkau sering berpuasa dalam satu bulan kecuali di bulan Sya’ban?

Beliau menjawab,

ذلك شهر يغفل الناس عنه بين رجب ورمضان ، وهو شهر ترفع فيه الأعمال إلى رب العالمين ، فأحب أن يرفع عملي وأنا صائم

Artinya: “Ini adalah bulan yang banyak dilalaikan orang, terletak antara Rajab dan Ramadhan. Padahal Sya’ban adalah bulan diangkatnya amal kepada Tuhan yang mengatur semesta alam. Aku ingin, saat amalku diangkat, aku dalam keadaan berpuasa.”

Selain itu, ia semakin istimewa dengan posisinya di antara Rajab dan Ramadhan. Pada bulan ini umat Islam bisa mempersiapkan diri mereka dengan berlatih memperbanyak amalan-amalan sunnah serta meningkatkan kualitas amalan wajibnya.

Adapun untuk mendapatkan keistimewaan Bulan Sya’ban ini, ada beberapa rekomendasi amalan dari Rasulullah yang bisa dilakukan untuk mengisinya.  Berikut 3 di antara amalan sunnah tersebut:

  1. Puasa Sunnah Sya’ban

Dalam buku Mukhtashar Lathaiful Ma’arif Imam Ibnu Rajab karangan Dr. Ahmad bin Utsman Al-Mayzid disebutkan banyak riwayat yang mengatakan bahwa Rasulullah banyak melakukan puasa di Bulan Sya’ban.

Salah satunya hadis dari Aisyah radhiyallahu anha, beliau berkata:

كانَ رسولُ اللَّهِ صلَّى اللَّهُ عليهِ وسلَّمَ يصومُ حتَّى نقولَ لا يُفطِرُ ويُفطِرُ حتَّى نقولَ لا يصومُ وما رأيتُ رسولَ اللَّهِ صلَّى اللَّهُ عليهِ وسلَّمَ استَكملَ صيامَ شَهرٍ قطُّ إلَّا رمضانَ وما رأيتُه في شَهرٍ أكثرَ صيامًا منهُ في شعبانَ

Maksudnya: “Baginda Rasulullah biasanya berpuasa sehingga kami katakan bahwa baginda tidak akan berbuka (berpuasa terus). Dan baginda apabila berbuka sehingga kami katakan bahwa beliau akan terus berbuka (tidak berpuasa terus). Aku tidak melihat baginda menyempurnakan puasanya sebulan penuh melainkan pada bulan Ramadhan. Dan aku juga tidak pernah melihat baginda berpuasa (puasa sunat) dalam sebulan yang lebih banyak melainkan ketika baginda berpuasa pada bulan Sya’ban,” (Riwayat al-Bukhari).

  1. Memperbanyak Shalawat

Salah satu amalan yang dianjurkan pada bulan ini adalah memperbanyak shalawat kepada Rasulullah. Hal ini dikarenakan ayat Al-Qur’an yang menjelaskan anjuran bershalawat turun pada Bulan Sya’ban.

Dalil tersebut terdapat dalam Qur’an Surah Al-Ahzab ayat 56:

 إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

Artinya: “Sungguh Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, shalawat lah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.”

  1. Baca Al-Qur’an

Bulan Sya’ban adalah bulan istimewa dengan keutamaanya berada antara Rajab dan Ramadhan, sehingga bulan ini dianjurkan perbanyak membaca Al-Qur’an, agar saat Ramadhan datang umat Islam sudah terbiasa dan lebih siap dalam menjalankan ibadah di dalamnya.

Meskipun membaca Al-Qur’an dianjurkan setiap waktu, namun Bulan Sya’ban dan Ramadhan memberikan keberkahan khusus bagi mereka yang membacanya, sebagaimana kota Mekkah dan Raudhah yang istimewa untuk memperbanyak membaca Al-Qur’an.

Bahkan dikisahkan para salafus saleh zaman dahulu  menghentikan aktivitasnya agar meluangkan waktu untuk memperbanyak waktunya tadarus Al-Qur’an.

Inilah 3 di antara amalan sunnah yang bisa kamu lakukan. Memperbanyak amalan di Bulan Sya’ban merupakan persiapan bagi kita untuk memasuki Ramadhan, sehingga pada Bulan Ramadhan nanti kita semakin semangat dan berkualitas dalam beribadah.

Wallahu’alam.

Leave a Reply