MASKANULHUFFADZ.COM – Bulan Sya’ban merupakan bulan ke delapan dalam penanggalan tahun hijriah. Bulan ini sangat spesial dan mulia, banyak keutamaan dan pahala yang disiapkan di dalamnya. Selain itu, Sya’ban merupakan bulan mempersiapkan menyambut Ramadhan. Salah satu bentuk persiapan yang dilakukan yakni dengan memperbanyak puasa. Sebagaimana dijelaskan oleh Usamah bin Zaid, yakni seorang sahabat yang mendapat bimbingan langsung dari Rasulullah. Ia mengatakan bahwasanya, tidak pernah melihat Rasulullah banyak berpuasa di luar bulan Ramadhan selain bulan Sya’ban.

Itulah bulan yang dilalaikan manusia, yaitu bulan yang berada di antara Rajab dan Ramadan. Pada bulan tersebut amal perbuatan akan diangkat kepada Rabb semesta alam, maka aku sangat senang bilamana amalanku diangkat ketika aku sedang berpuasa.” _HR. An-Nas’iy

Pernyataan ini dilengkapi dengan penuturan dari Ummul Mukminin Aisyah.

“Aku tidak pernah melihat Rasulullah menyempurnakan puasa sebulan penuh, kecuali pada bulan Ramadan, dan aku juga tidak pernah melihat beliau banyak berpuasa sunah dalam sebulan melebihi puasanya pada bulan Sya’ban,” – HR. Al-Bukhari dan Muslim.

Hadis di atas menegaskan puasa di bulan Sya’ban merupakan amalan yang dianjurkan untuk dilaksanakan. Memperbanyak puasa di sini bertujuan sebagai pembiasaan diri dalam menyambut bulan Ramadhan. Puasa di bulan Sya’ban merupakan bentuk persiapan spiritual untuk meningkatkan ketakwaan. Sehingga seorang muslim menjadi terbiasa menahan diri dari hal-hal yang membatalkan pahala ibadah serta fokus menjalankan ketaatan pada Allah.

Dalam redaksi lainnya, Rasulullah juga bersabda:

Rasulullah SAW ditanya: “Puasa apakah yang paling utama setelah Ramadan?” Nabi menjawab: “Puasa di bulan Sya’ban, sebagai bentuk pengagungan terhadap Ramadhan,” _HR. Imam Tirmidzi.

Keutamaan Puasa Sya’ban

Hal ini dikarenakan puasa di bulan Sya’ban beserta Ramadhan ibarat shalat sunnah Rawatib yang menyertai shalat fardhu. Dalam hal keutamaan, sama-sama melekat pada yang fardhu. Sebagaimana shalat Rawatib lebih utama dibandingkan shalat sunnah mutlak lainnya. Begitu juga dengan puasa sunnah yang membarengi puasa Ramadhan tentu keutamaannya lebih tinggi dibandingkan puasa sunnah yang jaraknya jauh dari Ramadhan.

Sementara itu, secara kesehatan membiasakan puasa dapat membantu proses detoksifikasi tubuh dan memperbaiki sistem pencernaan. Dengan demikian, selain menjalankan sunnah, puasa Sya’ban menjadi alternatif untuk menjaga fisik agar menunjang kesehatan dalam menjalankan puasa di bulan Ramadhan.

Selain berpuasa, dalam beberapa riwayat Rasulullah juga mencontohkan amalan lainnya yang dapat dilakukan sebagai persiapan meningkatkan kualitas ibadah sebelum Ramadhan, di antaranya: Memperbanyak membaca Al-Qur’an, istighfar, dan bersedekah. Tidak hanya itu, pada bulan ini juga dianjurkan untuk perbanyak shalawat, sebab pada bulan Sya’ban syariat shalawat turun yakni dalam Quran surah Al-Ahzab ayat 56.

Kesimpulannya, puasa di bulan Sya’ban bukan hanya sekedar puasa sunnah biasa, tetapi banyak hikmah dan manfaat yang tersimpan di dalamnya. Hikmah paling utama adalah menghindari umat Islam dari kelalaian, mempersiapkan diri agar lebih maksimal dalam mempersembahakan amalan terbaik di bulan Ramadhan, dan tentunya menjaga kesehatan menjelang Ramadhan. Semoga persiapan di bulan Sya’ban ini menjadi bekal untuk memaksimalkan ibadah di bulan Ramadhan.

Leave a Reply