ASKANULHUFFADZ.COM – Pesantren Maskanul Huffadz terus menunjukkan komitmennya dalam menciptakan lingkungan belajar yang nyaman, menyenangkan, dan mendukung bagi santri dalam mencapai target hafalannya. Salah satu upaya yang dilakukan dengan menginisiasi program gerakan satu santri satu tanaman.

lingkungan belajar kondusif untuk menghafalProgram ini dimulai sejak 5 Janurai 2026, bertepatan dengan berakhirnya libur panjang tahun baru. Program ini dicanangkan di bawah pengawasan Tim Manajemen Takmili yang menghimpun 16 cabang Maskanul Huffadz seluruh Indonesia.

Selain penghijauan dan menambah suasana asri lingkungan pesantren. Kegiatan ini juga bertujuan untuk membantu para santri lebih bersemangat dalam proses menghafal Al-Qur’an.

Penghijauan ini diharapkan dapat membantu santri mencapai target hafalan dengan lebih baik, serta mengurangi rasa jenuh dan mengantuk yang kerap muncul saat menghafal Al-Qur’an,” ujar Ustadzah Dina Aliyah Mutmainnah, Kepala Cabang Tasikmalaya.

Lebih lanjut, program ini juga berperan dalam melatih nilai-nilai pembentuk kepribadian bagi santri, seperti menumbuhkan rasa cinta pada sesama makhluk, kepedulian terhadap lingkungan, fokus, rasa sabar, dan nilai-nilai lainnya. Ustadzah Dina menambahkan, berdasarkan hasil evaluasi beberapa pekan ini, program penghijauan ini ternyata juga memberikan pengaruh terhadap peningkatan semangat dan capaian target hafalan meskipun tidak begitu drastis namun mengalami peningkatan yang lebih baik dari sebelumnya. Adapun secara spikologis santri terlihat lebih sabar, fokus, tenang, dan bersemangat mengawali hari.

Perubahan positif tersebut tidak terlepas dari kebiasaan santri merawat tanaman setiap hari. Aktivitas ini dinilai mampu menghadirkan energi positif, menstabilkan suasana hati, serta menjadi sarana penyaluran stres secara sehat.

Menghafalkan Al-Quran dengan pemandangan tanaman yang segar dan asri membuat pikiran lebih tenang, meningkatkan semangat, mengontrol, dan menstabilkan tingkat stress. Lingkungan yang nyaman menambah semangat muraja’ah, dan lingkungan seperti ini sangat rekomendit untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dalam mengahfal,” jelas Alifah Mudatzah Sakanty, Santri Tasikmalaya.

Pernyataan serupa juga diungkapkan oleh Wafa Sopiyatul Azkia, baginya lingkungan yang hijau juga berpengaruh terhadap kondusifnya lingkungan belajar.

Lingkungan yang hijau dan asri memberikan energi positif bagi saya. Membuat  pikiran saya lebih jernih, hati tenang, tentram, damai, sehingga semangat menghafal semakin meningkat.  Tidak hanya itu, saya juga merasa lebih fokus dan berkonsentrasi dengan ayat-ayat yang saya hafalkan, serta yang sangat penting dapat mengurangi rasa mengantuk saat menghafal sehingga target saya semakin bertambah,”

Melalui Gerakan Satu Santri Satu Tanaman ini, Maskanul Huffadz berharap dapat terus menciptakan lingkungan belajar yang nyaman dan menyenangkan. Tidak hanya mendorong semangat santri dalam menghafal Al-Qur’an. Program ini juga menjadi sarana menumbuhkan kepedulian dan kecintaan terhadap lingkungan sejak dini.

Leave a Reply