MASKANULHUFFADZ.COM – Isra Mi’raj merupakan momentum Istimewa dalam sejarah Islam, sebab pada malam ini diturunkankan perintah shalat kepada Rasulullah dan umatnya langsung dari Allah. Dalam memaknainya, sebagian umat Islam Indonesia mengadakan berbagai kegiatan, seperti pengajian atau tabligh akbar, khataman Qur’an, shalawatan, dan lainnya.

Hal serupa juga dilaksanakan di Maskanul Huffadz dengan melangsungkan berbagai perlombaan, tidak hanya untuk santri tapi juga para musyrifah pembimbing. Kegiatan dilaksanakan pada Jumat 23 Januari yang dimulai dengan perlombaan Cerdas Cermat Qur’an, lalu  dilanjutkan dengan pidato dari para santri.

pemenang lomba isra mi'rajPerlombaan disambut semangat dan penuh gembira oleh seluruh pembimbing dan santri. Pada sepanjang perlombaan suasana sangat ramai dengan gemuruh bunyi gendang dan pernak-pernik dari tim pendukung setiap kelompok yang tampil.

Lebih lanjut, setidaknya ada enam regu tim pembimbing yang ikut berlaga dalam lomba CCQ. Di antaranya 2 kelompok pembimbing PDQ akhwat, 2 kelompok pembimbing Lil Athfal, 1 kelompok pembimbing PaudQu, dan 1 kelompok pembimbing PDQ ikhwan. Sedangkan santri yang mengikuti lomba pidato diikuti oleh tiga kelompok, yakni santri PDQ ikhwan, PDQ akhwat dan Lil Athfal.

Meriahnya Isra Mi’raj di Maskanul Huffadz

Perlombaan berlangsung sengit, setiap regu menampilkan performa terbaiknya. Setiap pertanyaan yang diajukan seputar tajwid dan sambung ayat 10 juz berhasil dipecahkan mereka. Persaingan semakin terasa dan hangat pada saat sesi soal rebutan. Para pembimbing dengan cekatan menunjukkan antuasiasmenya menjawab pertanyaan.

lomba CCQ dalam perayaan isra mi'rajPerlombaan ini diinisiasi bukan sekedar serimonial perayaan Isra Mi’raj, namun juga sebagai ajang silaturahim dan momentum untuk senantiasa menjaga hafalan Al-Quran serta memperkuat pemahaman seputar ilmu Al-Quran.

Menurut keterangan Ustadz Ikhwani, S.Pd selaku Ketua Pelaksana, perlombaan ini diinisiasi sebagai wadah untuk melatih kepercayaan diri sekaligus mengembalikan semangat muraja’ah para santri.

“Lomba CCQ ini diinisiasi untuk mewadahi para pengurus dalam mengulang hafalan serta memuraja’ah keilmuan Al-Qur’an. Sementara itu, lomba pidato diharapkan menjadi panggung belajar bagi santri untuk melatih kepercayaan diri dan kemampuan berbicara di depan umum,” ujarnya.

Ustadz Ikhwani menambahkan, perlombaan ini bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan juga sarana pembinaan nilai-nilai penguatan karakter bagi musyrifah pembimbing dan para santri. Setidaknya, terdapat enam nilai utama yang diharapkan dapat tumbuh melalui kegiatan ini.

“Nilai-nilai tersebut meliputi ukhuwah Islamiyah dalam mempererat persaudaraan antar santri dan pengurus, cinta terhadap Al-Qur’an, disiplin dan tanggung jawab selama persiapan lomba, keberanian dalam berdakwah, sportivitas, serta semangat berprestasi,” tambahnya.

Dengan demikian, perayaan Isra Mi’raj ini diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial untuk menyemarakkan hari besar Islam. Tetapi juga mampu menumbuhkan nilai-nilai positif yang membekas bagi seluruh peserta.

Leave a Reply