MASKANULHUFFADZ.COM – Akhir-akhir ini media sosial marak membahas psikologi termasuk penjelasan ibadah, salah satunya puasa. Puasa selain sebagai salah satu ibadah yang dianjurkan untuk diperbanyak juga salah satu alternatif untuk menjaga kestabilan mental.
Berdasarkan hasil penelitian dari Patterson, berpuasa sangat berpengaruh bagi kesehatan tubuh manusia. Efek positifnya selain mengurangi kadar glukosa dalam darah, lipoprotein, dan kolestrol dalam tubuh, puasa dapat mengurangi gejala depresi, kecemasan, meningkatkan kecerdasan emosi, dan kesejahteraan mental.
Dalam pandangan Islam puasa tidak hanya sekedar menahan diri dari makan dan minum, tetapi juga melatih emosi, meningkatkan kesabaran, dan mendekatkan diri kepada Allah. Hal ini sejalan dengan firman Allah dalam Al-Quran Surat Al-Baqarah ayat 155, yang menyatakan bahwa cobaan seperti rasa takut dan lapar adalah ujian, namun kabar gembira diberikan kepada orang-orang yang sabar. Oleh karena itu, melalui puasa seseorang dapat belajar mengelola emosi negatif dan meningkatkan emosi positif, seperti rasa syukur dan kebahagiaan.
Beberapa manfaat puasa secara psikologi, di antaranya:
-
Menjaga Suasana Hati
Salah satu manfaat puasa pada psikologis adalah membantu meningkatkan suasana hati (mood) yang positif. Hal ini terjadi karena pada minggu awal puasa, tubuh beradaptasi dengan rasa lapar. Rasa lapar melepaskan katekolamin, lalu katekolamin membuat perasaan menjadi lebih baik. Katekolamin merupakan sekelompok hormon untuk menanggapi perasaan stress, di dalamnya termasuk hormon dopamine, adrenalin, dan noradrenalin.
-
Meningkatkan Ketahanan terhadap Stress
puasa dapat menyebabkan pelepasan produksi protein ke otak yang dinamakan BDNF (BrainDerived Neurotrophic Factor). Protein otak yang dilepaskan ini memiliki efek yang mirip dengan efek obat-obatan antidepresan sehingga tingkat kecemasan, stres, dan depresi ringan bisa menurun.
-
Meningkatkan Kualitas Tidur
Manfaat rutin puasa dapat membantu kondisi tubuh bisa tetap seimbang untuk tidur yang berdampak baik bagi psikologis seseorang. Batas waktu makan yang ditentukan saat berpuasa juga dapat memperkuat siklus jam biologis (sirkadian) seseorang atau biasa dikenal dengan waktu tubuh harus tidur. Ketika jam biologis itu diperkuat dan tersinkronisasi maka akan berpengaruh secara signifikan pada kemudahan dan kualitas tidur seseorang. Kombinasi konsistensi dan kualitas tidur dapat membuat tubuh merasa lebih segar dan melindungi kesehatan fisik maupun mental seseorang.
-
Meningkatkan Kontrol Diri
Kontrol diri adalah kemampuan individu untuk memandu, mengarahkan dan mengatur perilakunya dalam menghadapi stimulus. Sehingga menghasilkan akibat yang diinginkan dan menghindari hal yang tidak diinginkan.
Maasyaallah, keterangan di atas sangat sesuai dengan firman Allah qs. Ali Imran ayat 191, “Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan semua ini dengan sia-sia…”
Berdasarkan dalil tersebut, sangat jelas Allah menerangkan bahwa tidak ada yang sia-sia Allah ciptakan dan perintahkan di muka bumi ini kecuali pasti ada hikmah dibaliknya. Begitu juga dengan puasa, Allah memerintahkannya tidak hanya sarana mendekat pada Allah, namun juga sarana agar kita terselamatkan dari berbagai penyakit terutama penyakit mental.










