MASKANULHUFFADZ.COM – Ramadhan itu sebuah laga kompetisi. Bagi mereka yang berhasil duluan sampai merekalah juaranya, sedangkan yang berleha-leha mereka akan tertinggal dan kalah dalam perlombaan tersebut. Lalu, apasih yang dikejar di Ramadhan ini, dan apakah semua orang berpeluang jadi juara?
Dalam kajian Syaikh Dr. Ahmad Abdul Aziz El-ashry, Lc., pada kajian Ramadhan malam pertama (18/2), Syaikh menjelaskan bahwa Ramadhan merupakan bulan spesial. Pada bulan ini, Allah memberikan peluang yang besar dan sangat luas pintu ampunan dan keberlimpahan pahala di dalamnya. Spesialnya, kesempatan ini hanya dibuka 30 hari, maka sangat merugi jika tidak dimanfaatkan kesempatan tersebut dengan maksimal.

Catatan pentingnya, dalam meraih kemenangan tersebut dibutuhkan kesungguhan dan amalan-amalan terbaik agar Ramadhan dapat menghantarkan pada tujuan utamanya yakni takwa. Dalam momentum ini syaikh menyampaikan ada empat keutamaan di bulan Ramadhan, sehingga hal ini menjadi peluang mempermudah untuk mencapai derajat takwa.
Pertama, Iblis Beserta Tentaranya Dibelenggu.
Allah menetapkan ini tujuannya agar manusia bisa memaksimalkan ibadah. Lalu, kenapa di bulan Ramadhan masih ngantuk ya? Menurut penuturan dari Syaikh, rasa ngantuk, malas, capek, dan berbagai alasan lainnya yang menghambat dalam beribadah itu semua bukan sebab hasutan iblis tapi hawa n]afsu.
Kedua, Ditutup Pintu Neraka.
Ditutupnya pintu neraka menunjukkan betapa besar rahmat Allah di bulan Ramadhan. Menjadi simbol bahwa di bulan ini dosa-dosa diampuni bagi mereka yang sungguh-sungguh bertaubat dan memperbanyak amal kebajikan.
Ketiga, Dibuka Pintu Surga
dibukanya pintu surga adalah bentuk kemurahan Allah bagi hamba-Nya. Di bulan ini, setiap amal kebaikan dilipatgandakan pahalanya, doa-doa lebih mudah dikabulkan, dan jalan menuju ketaatan semakin terbuka lebar.
Dengan demikian, Ramadhan bukan sekadar ritual menahan lapar dan haus, tetapi merupakan program ilahiah untuk pembentukan takwa secara menyeluruh. Dalam pesan terakhirnya Syaikh berpesan, jadilah juara di Ramadhan kali ini, berlomba-lombalah menjadi yang nomor sampai pada cintanya Allah. Selaras dengan yang ditegaskan Allah dalam Al-Qur’an, tujuan utama puasa adalah agar manusia mencapai derajat takwa:
“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 183).









