MASKANULHUFFADZ.COM – Al-Qur’an adalah kitab yang Allah turunkan pada Nabi Muhammad, tidak hanya kitab suci tetapi di dalamnya memuat solusi dari seluruh hidup manusia. Allah menjadikan Al-Qur’an sebagai hudaa lin-naas (petunjuk bagi manusia). Sebagaimana fungsinya, agar Al-Qur’an memberi dampak dalam hidup maka sangat penting berinteraksi dengannya. Hal ini sepandan dengan Qur’an surah Al-Isra ayat 9:
“Sesungguhnya Al-Qur’an ini memberi petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus…”
Dalam kajian Ustadz Fuad Hanan, M.Pdi., pimpinan Darul Hufadz Indonesia pada kajian Ramadhan malam keempat (22/2), beliau menjelaskan interaksi bersama Al-Qur’an itu menghadirkan perubahan dalam hidup manusia. Tapi disayangkan, banyak orang yang berinteraksi dengan Al-Qur’an terutama di bulan Ramadhan, namun hidupnya tidak pernah berubah bahkan lebih buruk dari orang-orang yang tidak berinteraksi sama sekali.
Pada kesempatan tersebut beliau pun mempertanyakan, bahkan para hafidz sekalipun merasakan dilema demikian. Dengan demikian, apa sih yang menyebabkan Al-Qur’an tidak berdampak pada perubahan hidup?
Dalam kajian tersebut, Ustadz Fuad mengaitkan hal ini dengan dalil puasa. Sebagaimana dalam Qs. Al-Baqarah 185.
“Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur`an…”
Ayat ini menjelaskan dengan tegas bahwa bulan Ramadhan itu bulannya Al-Qur’an, setelahnya baru Allah menyampaikan Ramadhan itu bulannya puasa. Sehingga dari ayat ini terkandung makna bahwa Allah mentarbiyah manusia dengan Al-Qur’an dan puasa. Al-Qur’an sebagai tarbiyah ruhiyah dan puasa sebagai tarbiyah jasadiyah.
Kemudian, penting kita garis bawahi poin utama dari puasa yakni menjadi orang bertaqwa, untuk mencapai taqwa tersebut butuh way of life. Nah, disinilah korelasi Al-Qur’an dengan puasa, Al-Qur’an-lah yang akan menjadi aturan, jalan, dan cara yang harus ditempuh agar mencapai puncak taqwa.
Lalu, bagaimana caranya Al-Qur’an bisa menjadi way of life?
Al-Qur’an tidak hanya dibaca tapi wajib untuk dipahami dan diamalkan. Berikut cara yang dilakukan agar Al-Qur’an memberi dampak:
Pertama, Merutinkan membaca Al-Qur’an. Kedua, Memahami isi Al-Qur’an dengan membaca terjemahnya. Ketiga, Menghafal, muraja’ah, tasmi’, hingga mencapai mutqin. Keempat, Belajar mengamalkan walaupun satu nilai setiap harinya. Dengan menerapkan poin-poin ini maka Al-Qur’an akan memberi dampak bagi kehidupan manusia.
Di akhir ceramah, Ustadz Fuad menutup dengan sebuah qoutes, “Bukan seberapa banyak hafalan mutqinmu, tapi seberapa besar Al-Quran mengubah hidupmu. “
Semoga kita bisa mengamalkan Al-Qur’an dalam hidup kita, sehingga Al-Qur’an tidak hanya sebagai bacaan rutinan tetapi membawa perubahan dalam hidup.








