MASKANULHUFFADZ.COM – Salah satu santri Maskanul Huffadz Lil Athfal atas nama Aisyah Ramadhani (15) mendapatkan hadiah umroh spesial dari orang tua asuhnya. Pemberian umroh ini bersamaan dengan acara tasyakuran khatmil Qur’annya pada Kamis, 5 Maret 2026. Hadiah umroh ini diinisiasi oleh Ummi Hani, salah satu orang tua asuh tetap Maskanul Huffadz yang telah 5 tahun bergabung.
Ummi Hani menegaskan pemberian hadiah ini sudah lama ia komunikasikan kepada seluruh anak asuhnya. Ia berkomitmen akan memberikan hadiah umroh bagi anak asuh yang berhasil lebih awal khatam dan tasmi.
“Alhamdulillah, saya sangat bangga Aisyah bisa menjadi santri yang pertama kali khatam dan mencapai tasmi’ 20 juz. Pencapaian ini tentunya harus diapresiasi, sebelum program di mulai saya sudah menjanjikan pada anak asuh, bagi siapa yang duluan khatam dan tasmi’ maka saya akan berikan hadiah umroh,” jelas Ummi Hani.
Lebih lanjut, Aisyah menegaskan bahwa hadiah ini tidak pernah terpikirkan baginya. Ia tidak pernah mengharap lebih tapi selalu fokus menghafalkan Al-Qur’an agar bisa khatam dan mutqin. Sebab motivasi Aisyah untuk menghafal untuk membanggakan ayah dan ibunya. Tentunya, mencapai titik tersebut, Aisyah harus berjuang lebih keras dari teman-teman lainnya.
Kesungguhan Aisyah dalam belajar dan menghafalkan Al-Qur’an diakui Ustadzah Nasimah selaku Kepala Maskanul Huffadz Lil Athfal.
“Semangat belajar Aisyah juga menjadi inspirasi bagi para pengajarnya. Mereka mengaku tersentuh melihat kegigihan Aisyah yang hampir tidak pernah beristirahat pada siang hari demi menghafal Al-Qur’an. Hal yang paling mengharukan, Aisyah selalu menjaga murajaah hafalannya dengan disiplin. Jika dalam sehari murajaahnya belum selesai, ia bahkan meminta maaf kepada para pembimbingnya. Selain itu, demi menjaga hafalannya, Aisyah juga rutin menjalankan puasa Daud agar dirinya terjaga dari hal-hal yang diharamkan. Menariknya lagi, Aisyah dikenal sebagai anak yang gemar menabung dan menyisihkan uangnya untuk membantu pembangunan pesantren,” ulas Ustadzah Nasimah.
Senada dengan itu, Ustadzah Maryam selaku pembimbing juga mengakui keshalihan dan keistiqomahan Aisyah dalam menghafal dan muraja’ah.
“Aisyah itu seorang pejuang. Ia tidak pernah membuang waktunya. Setiap detik dimanfaatkan untuk murajaah hafalan. Jika pada hari tertentu ia belum sempat menyelesaikan murajaahnya, maka keesokan harinya ia akan menggandakan murajaah tersebut,” tambah Ustadzah Maryam.
Pencapaian Aisyah ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi keluarga besar Maskanul Huffadz, khususnya teman-teman seusianya, untuk semakin bersemangat dalam menghafal Al-Qur’an. Diharapkan pula, hadiah umroh yang diterima Aisyah dapat menambah semangatnya untuk terus menghafal serta istiqamah bersama Al-Qur’an.










