MASKANULHUFFADZ.COM – Rangkaian kegiatan ibadah Ramadhan di Pesantren Maskanul Huffadz resmi ditutup dengan suasana penuh kebahagiaan sekaligus rasa haru. Penutupan yang dikemas dalam program Gradifaz (Gema Ramadhan di Maffaz) ini menghadirkan berbagai kegiatan yang melibatkan seluruh santri dan pengurus.
Acara penutupan berlangsung pada Kamis, 5 Maret 2026. Kegiatan diawali dengan khataman Al-Qur’an santri Lil Athfal, yang menjadi salah satu momen istimewa dalam rangkaian kegiatan Ramadhan tahun ini. Para santri menyelesaikan bacaan Al-Qur’an mereka dengan penuh khidmat, disaksikan oleh para pengurus dan santri lainnya.
Setelah khataman, kegiatan dilanjutkan dengan buka puasa bersama seluruh santri dan pengurus Pesantren Maskanul Huffadz bersama Yossie Group. Momen kebersamaan ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus bentuk kebahagiaan dalam menutup hari-hari terakhir Ramadhan.
Pada malamnya, acara dilanjutkan dengan seremoni penutupan Gradifaz yang diisi dengan berbagai rangkaian kegiatan ibadah, termasuk pengumuman pemenang lomba yang telah diselenggarakan selama bulan Ramadhan.
Rangkaian kegiatan Ramadhan tahun ini dinilai sangat spesial karena tidak hanya menghadirkan berbagai aktivitas ibadah, tetapi juga menghadirkan kajian-kajian inspiratif dari para tokoh. Materi yang disampaikan dalam kajian tersebut berfokus pada pentingnya kedekatan dengan Al-Qur’an.
Salah satu santri Program Daqu Qur’an (PDQ), Meliza, mengungkapkan kesan mendalamnya terhadap kegiatan Ramadhan tahun ini. Menurutnya, program Gradifaz memberikan pengalaman yang sangat berkesan dan mampu meningkatkan keistiqomahan santri dalam berinteraksi dengan Al-Qur’an.
“Ramadhan tahun ini terasa lebih berkesan. Kegiatannya sangat membantu meningkatkan keistiqomahan. Ada juga ceramah dari para tokoh yang pembahasannya fokus pada Al-Qur’an,” ujarnya.
Meliza juga mengaku sangat terkesan dengan salah satu kajian yang disampaikan oleh Ustadz Ahmad Khairul Anam. Dalam kajian tersebut dijelaskan bahwa kesulitan dalam menghafal Al-Qur’an justru merupakan bentuk kasih sayang Allah kepada hamba-Nya.
“Beliau menyampaikan bahwa sulitnya menghafal adalah bentuk cinta Allah agar kita selalu dekat dengan-Nya. Saat hafalan terasa sulit, justru kita akan semakin memperbanyak interaksi dengan Al-Qur’an,” tambahnya.
Melalui rangkaian kegiatan Gradifaz ini, diharapkan semangat ibadah para santri tidak berhenti setelah Ramadhan berakhir. Kebiasaan baik seperti membaca, menghafal, dan memurajaah Al-Qur’an diharapkan dapat terus terjaga sehingga para santri semakin istiqomah dalam menjalani kehidupan bersama Al-Qur’an.










