MASKANULHUFFADZ.COM – Saat hidup tidak baik-baik saja, semua masalah tiap hari kian berganti, hari terasa sempit, pertemanan semakin merenggang, dan rasanya berhenti adalah jalan keluar. Waspada, jangan menyerah dengan keadaanmu, hatimu kini hanya butuh pemantik yang bisa membakar semangat yang mulai hilang. Mungkin permasalahanmu ada jawabannya dalam Qs. Al-A’la ayat 1 sampai 3 ini.

Qur’an surah Al-A’la merupakan surah favorit yang dibaca Rasulullah. Beliau selalu membacanya dalam shalat jum’at, hari raya, dan shalat-shalat hajat. Selain itu, surah ini termasuk surah yang disunnahkan untuk dibaca saat seseorang mempunyai hajat.

Surah ini diawali dengan kata “sabbihi” bentuk penyucian atas nama Allah. Dalam kitab tafsir Jalalain diterangkan yang dimaksud mensucikan yakni membersihkan Allah dari sifat-sifat yang tidak layak bagi-Nya.

Kemudian lafaz “A’laa” yakni Maha Tinggi. Seperti ibarat tingkatan tangga, di atas tangga pertama ada tangga kedua, ketiga, keempat, dan seterusnya, sampai tangga yang paling tertinggi. Kedudukan lafaz A’laa seperti tangga paling tertinggi yang tidak ada tingkatan lagi di atasnya.

Pesan-Pesan Penenang dalam Qur’an Surah Al-A’la

Nah, memaknai ayat pertama ini, sebagai muslim berarti kita harus mempunyai keyakinan bahwasanya Allah adalah dzat yang suci dan kedudukannya sangat tinggi. Beriman kepada sifat Allah al-A’la berarti meyakini dengan kerendahan hati bahwa Allah mempunyai kedudukan yang sangat tinggi, tidak ada yang memiliki kekuasaan paling tinggi selain kekuasaan-Nya. Bahkan pada diri sendiri pun kita tidak punya kuasa atasnya.

Oleh karenanya, bisa jadi selama ini kita rapuh bukan karena masalah hidup yang banyak ataupun berat, tapi kita salah tempat menggantungkan hidup. Bahkan Allah sendiri menyuruh kita untuk mengadukan hidup ini kepadanya, walaupun itu perkara sederhana.

سَلُوا اللَّهَ كُلَّ شَيءٍ حَتَّى الشِّسعَ

“Mintalah kepada Allah, bahkan meminta tali sandal sekalipun,” (HR. Al Baihaqi)

Dalam ayat berikutnya Allah pun menjelaskan dengan lafaz “khalaqa”. Lafaz ini bermakna bahwa Allahlah yang menciptakan alam semesta ini. Allah mampu menciptakan dari ketiadaan, dan Allah pun mampu menciptakan sesuatu tanpa harus ada sebabnya.

Kata penciptaan ini pun diperkuat dengan lafaz fasawwa artinya menyempurnakan ciptaannya. Allah tidak hanya menciptakan makhluk tetapi juga memberikan bekal kepada makhluk tersebut untuk bertahan. Allah menitipkan setiap makhluk kemampuan sesuai dengan tugasnya di bumi, dan Allah juga yang mempersiapkan makhluknya dengan bekal agar tugas tersebut bisa diembannya dengan baik.

Seperti seekor lebah, kemampuannya memproduksi madu mengharuskannya untuk mempunyai sarang yang kokoh untuk tempat penyimpanan. Dengan keterbatasannya, lebah tidak pernah belajar arsitek, namun Maha Kayanya Allah, seekor lebah diberikan petunjuk oleh Allah untuk merancang sarangnya sendiri.

Maasyaallah, inilah bukti kekuasaan Allah. Maha Suci Allah yang menciptakan makhluknya dengan sangat sempurna. Dari uraian ini, kita bisa mengambil ibrah bahwasanya solusi dari semua masalah hidup adalah kembali kepada Allah, kembali menundukkan kening di sujud-sujud malam, lalu menata hati bahwa Allah lah yang maha kuasa atas hidup ini.

Baarakallahu fiikum…

Leave a Reply