MASKANULHUFFADZ.COM – Qur’an Al-Insyiqaq merupakan salah satu surah Makkiyah yang menggambarkan peristiwa di hari kiamat, pertanggungjawaban amal manusia, serta perbedaan nasib orang beriman dan kafir. Ayat ini me-notes kepada manusia agar mempersiapkan dirinya semaksimal mungkin dengan beramal shaleh saat menghadapi hari kiamat.
Ayat ini secara keseluruhan membahas tentang peristiwa-peristiwa yang tejadi pada hari kiamat. Salah satunya, peristiwa yang mengerikan bagi manusia nantinya saat di hari paling transparansi itu ada orang-orang khusus yang disebutkan di-blacklist dalam Al-Qur’an.
Setidaknya dalam surah ini ada empat golongan Al-Qur’an yang diblacklist. Berikut penjelasannya:
Pertama, Cinta dunia.
Sifat ini Allah jelaskan dalam Qs. Al-Insyiqaq ayat 13, mereka adalah orang-orang yang terlalu gembira dengan dunia, melampiaskan hawa nafsunya dengan bebas, dan mengganggap hidupnya akan lama.
Sikap cinta dunia ini sangat dibenci Allah dan termasuk dosa besar, sebab bagi orang-orang yang terpedaya dan cinta dunia ia akan menjadikan dunia sebagai tuhannya, sibuk mengejar dunia dan lupa mempersiapkan bekal akhirat.
Kedua, Ragu dengan akhirat.
Sifat ini Allah jelaskan dalam ayat ke 14. Bagi mereka yang meragukan akhirat mereka berpandangan kebahagian dunia ini sesuatu yang kontan sedangkan akhirat sesuatu yang tertunda. Tentunya sangatlah rugi, mengejar sesuatu yang belum pasti datangnya dan pasti wujudnya tetapi di depan mata sudah diperlihatkan kesenangan-kesenangan hidup.
Sikap ini sangat bertentangan dengan firman Allah dalam Qs. An-Nahl 96. “Apa yang di sisimu akan lenyap, dan apa yang ada di sisi Allah adalah kekal.”
Ketiga, Tidak beriman.
Ciri dari orang ini dijelaskan dalam ayat 20. Betapa ingkar orang-orang kafir, setelah Allah memperlihat begitu banyak nikmat dan kekuasaanya di bumi, namun tetap saja mereka tidak mau beriman dan tetap mempertahankan egonya untuk mengejar dunia.
Keempat, mendustakan petunjuk Al-Quran.
Dalam beberapa ayat Al-Qur’an dijelaskan mereka yang menyampingkan Al-Qur’an dan mengganggap ayat Al-Qur’an hanya sebatas bacaan tanpa mengambil pelajaran dari dalamnya, maka mereka digolongkan dalam kesesatan. Parahnya lagi, Allah mengkehendaki tersesat maka Allah tutup mata, telinga, dan hati mereka akan kebenaran.
Na’udzubillahi mindzalik…betapa menyedihkan hidup orang-orang tersebut. Sangat banyak kesialan dan kesusahan hidup yang dihadapinya. Maka sebelum tersesat lebih jauh, mulailah kembali dengan memperbaikan iman dan meningkatkan amal shaleh.










