MASKANULHUFFADZ.COM – Sebanyak 16 santri ikhwan Pengkaderan Da’i Qur’an (PDQ) Maskanul Huffadz diberikan kesempatan mengajar langsung di masyarakat. Program PPD (Pengembangan Pelatihan Dakwah) ini bekerja sama dengan Unit Pelayanan Masyarakat (UPM). UPM merupakan salah satu unit di bawah naungan Maskanul Huffadz yang fokus pada bidang pengabdian kepada masyarakat.
Dalam kegiatan ini, para santri diterjunkan langsung ke berbagai lokasi pengabdian, seperti Lapas Anak/LPKA (Lembaga Pembinaan Khusus Anak) Tangerang, Panti Jompo Tresna Werdha, dan TPQ Masjid Al-Mustaqim.
PPD ini dilaksanakan rutin tiga kali sepekan setiap hari selasa, rabu, dan kamis selama satu bulan. Program ini dirancang sebagai ruang bagi santri dalam menerapkan metode pengajaran quran serta teknik retorika dalam berdakwah. Usaha memperkenalkan kepada santri gambaran dakwah di luar sana sebelum disebarkan untuk dakwah sesungguhnya.
Selain itu, kegiatan ini bertujuan untuk membantu meningkatkan kepercayaan diri santri dalam menyampaikan dakwah di depan umum, mengasah kemampuan komunikasi dan kepemimpinan, serta memperkaya wawasan mengenai manajemen pengelolaan kelas.
Program PPD ini merupakan bagian yang krusial dari program Pengkaderan Da’i Qur’an. Output yang dihasilkan terlahirnya lulusan guru Qur’an dan Da’i yang berpengalaman. Meskipun ini pengalaman pertama bagi mereka, para santri tetap memberikan pelayanan terbaik. Ketika turun ke masyarakat santri mampu beradaptasi dalam semua jenjang usia dalam berdakwah salah satunya dengan menerapkan yel-yel ataupun ice breaking dalam pengelolaan kelas.
“Dengan adanya program PPD ini, saya bisa mengetahui dan memahami kondisi lapangan secara langsung, ini pengalaman terbaik dan paling berkesan. Selama ini kami belajar ilmu agama, adab, dan cara menyampaikan ilmu di dalam lingkungan pesantren, namun ketika diberikan kesempatan untuk mengajar langsung di tengah masyarakat, kami merasakan tantangan sekaligus pelajaran yang luar biasa besar. Kami memahami seorang pengajar bukan hanya soal menyampaikan materi, tetapi juga tentang kesabaran, keikhlasan, tanggung jawab, serta kemampuan memahami karakter setiap anak didik yang berbeda-beda. Kami dituntut untuk bisa berkomunikasi dengan baik, menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, dan menjadi contoh yang baik bagi para santri,” ungkap Hayyan Fatih Al Fayyadh, salah satu santri.
Dengan diadakannya program PPD ini sangat mendukung keilmuan dan pengalaman para santri. Harapannya melalui kegiatan ini santri dapat mempersiapkan diri lebih maksimal sebelum menyelesaikan masa belajarnya. Sehingga dengan persiapan yang matang menjadi bekal bagi mereka untuk turun ke lapangan di masa datang.










