MASKANULHUFFADZ.COM – Komitmen dalam mendukung dakwah sosial terus dikembangkan Pondok Pesantren Maskanul Huffadz melalui layanan aqiqah berbasis pesantren yang dikelola oleh Unit Pelayanan Masyarakat (UPM). Acara aqiqah ini dilaksanakan pada Jum’at, 22 Mei 2026 pukul 13.00 di Gedung Maryam Maskanul Huffadz Bintaro. Program ini tidak hanya menjadi sarana ibadah, tetapi juga media berbagi kebahagiaan dan kepedulian kepada para penghafal Al-Qur’an.

Dukung Dakwah Sosial dengan layanan aqiqah

Kegiatan aqiqah kali ini berasal dari donatur asal Sumatra Barat. Bu Yurlinda, orang tua dari Ibu Yosi Oktaviani, untuk putrinya yang bernama Jennaira Casviani Vaseema yang masih berusia kurang dari satu bulan.

Meski prosesi aqiqah tidak dapat dilaksanakan sebagaimana rencana awal karena sang bayi sedang menjalani perawatan di NICU, acara tetap berlangsung khidmat dan penuh makna. Rangkaian kegiatan diisi dengan pembacaan Al-Qur’an, tausiah, doa bersama, hingga silaturahmi bersama para tamu undangan.

Dalam pelaksanaannya, UPM Maskanul Huffadz memberikan berbagai layanan kepada donatur.  Mulai dari penyelenggaraan acara aqiqah, penyambutan tamu dengan tim hadroh, pembacaan tilawah Al-Qur’an, hingga tausiah seputar aqiqah yang disampaikan oleh Abi Dafit.

Setelah proses penyembelihan hewan aqiqah sesuai syariat. Daging aqiqah diolah menjadi masakan siap santap untuk didistribusikan kepada para santri penghafal Al-Qur’an di Pondok Pesantren Maskanul Huffadz. Terdiri dari santri Pengkaderan Da’i Al-Qur’an (PDQ) Akhwat dan santri Athfal.

Sebanyak 210 porsi makanan berhasil disalurkan kepada penerima manfaat. Terdiri dari 150 porsi makanan berat dan 60 porsi makanan ringan atau snack basah.

Pihak UPM menyampaikan bahwa program aqiqah ini menjadi bagian dari komitmen pesantren dalam memfasilitasi penyaluran kebaikan kepada masyarakat, sekaligus mendukung kebutuhan para santri penghafal Al-Qur’an.

“Melalui program aqiqah ini banyak nilai-nilai kebaikan yang disyiarkan pesantren, seperti nilai syukur, kepedulian sosial, semangat berbagi, dan dukungan terhadap para penghafal Al-Qur’an,” ujar pihak UPM.

Bagi pesantren, kegiatan ini bukan sekadar penyaluran makanan, tetapi juga bentuk perhatian masyarakat terhadap perjuangan para santri dalam menghafal Al-Qur’an. Program tersebut diharapkan mampu memperkuat peran pesantren sebagai pusat pendidikan, dakwah, dan pelayanan umat.

Ke depan, Unit Pelayanan Masyarakat berharap layanan aqiqah berbasis pesantren dapat terus berkembang sebagai sarana ibadah dan kepedulian sosial sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

Leave a Reply