MASKANULHUFFADZ.COM – Sebanyak 304 siswa kelas X, XI, dan XII SMK Kesehatan Letris Indonesia mengikuti kegiatan Study Islam Ramadhan (SIR) yang dilaksanakan pada Senin-Selasa, 9-10 Maret 2026. Kegiatan tersebut berlangsung mulai pukul 07.00 hingga 12.00 WIB di lingkungan SMK Kesehatan Letris Indonesia dengan pendampingan pengajar dari Pesantren Tahfidz Maskanul Huffadz.

Program ini dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan pemahaman keislaman siswa, khususnya dalam aspek bacaan Al-Qur’an, fiqih ibadah, dan pembentukan akhlak Islami. Sebanyak 304 peserta dibagi ke dalam 10 kelas pembelajaran dengan pendampingan 1-2 pengajar di setiap kelas agar proses belajar berjalan lebih efektif dan kondusif.

Adapun materi yang diberikan meliputi talaqqi Surah Al-Fatihah, fiqih wudhu, serta pembelajaran akhlak mahmudah dan mazmumah menggunakan metode role play atau bermain peran. Pada sesi talaqqi, siswa dibimbing memperbaiki bacaan Surah Al-Fatihah sesuai kaidah tajwid dan makharijul huruf. Sementara pada materi fiqih wudhu, peserta tidak hanya mempelajari teori, tetapi juga mempraktikkan tata cara bersuci sesuai syariat Islam.

Pembelajaran akhlak menjadi salah satu sesi yang menarik perhatian siswa. Melalui metode role play, peserta diajak memahami berbagai perilaku terpuji dan tercela yang sering ditemui dalam kehidupan sehari-hari, khususnya di lingkungan sekolah dan pergaulan remaja.

Sekolah Role Model, Seimbang Ilmu Umum dan Agama

Pengajar Maskanul Huffadz, Ustadzah Indah Wahyuningsih, S.Pd., mengungkapkan rasa syukurnya dapat terlibat dalam kegiatan dakwah pendidikan setelah beberapa tahun tidak mengajar secara langsung.

“Alhamdulillah menjadi pengalaman berharga setelah empat tahun tidak mengajar kembali diterjunkan untuk membersamai anak-anak SMK. Kurikulum yang disusun dibuat semenarik mungkin dengan mengedepankan keaktifan siswa melalui metode role play sehingga mereka lebih aktif dan mudah memahami materi yang dikorelasikan dengan kehidupan di sekolah,” ujarnya.

Ia juga berharap SMK Kesehatan Letris dapat menjadi contoh sekolah kesehatan yang tetap menyeimbangkan ilmu umum dengan pendidikan agama dan Al-Qur’an.

maskanul huffadz mengajar di SMK Kesehatan Letris Hal senada disampaikan oleh pengajar lainnya, Ustadzah Yeni Novita Sri Rumbaroa. Ia mengaku mendapatkan pengalaman berkesan saat pertama kali mengajar siswa tingkat SMA.

“Alhamdulillah sangat berkesan dan saya bersyukur ilmu yang saya dapatkan bisa dibagikan ke banyak orang. Walaupun pemahaman anak-anak berbeda-beda, mereka tetap memiliki semangat belajar yang tinggi dan itu menular juga kepada saya,” katanya.

Melalui program Study Islam Ramadhan ini, siswa diharapkan mampu memperbaiki kualitas bacaan Surah Al-Fatihah, memahami tata cara wudhu yang benar, serta menerapkan akhlak Islami dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

Hasil kegiatan menunjukkan peserta mampu memahami materi yang diberikan dengan baik. Mulai dari praktik wudhu sesuai tuntunan syariat, perbaikan bacaan Al-Fatihah, hingga penerapan akhlak mahmudah dan mazmumah melalui simulasi role play dalam kehidupan sehari-hari.

Leave a Reply