MASKANULHUFFADZ.COM – Banyak yang tidak tahu, ternyata dalam Qs. Al-Fajr ada fakta unik yang jarang diketahui. Surah Al-Fajr berisi tentang sumpah Allah terhadap waktu fajar, sepuluh malam istimewa, fenomena malam ganjil, dan kebesaran Allah dalam mengatur kehidupan manusia.

وَلَيَالٍ عَشْرٍ

“Dan malam yang sepuluh,” (Qs. Al-Fajr : 2)

Banyak tafsiran yang menjelaskan kata sepuluh ini, ada yang menyebutkan bahwa sepuluh ini merujuk pada sepuluh hari terakhir Ramadhan, sepuluh hari awal Muharram, sepuluh hari awal Dzulhijjah. Namun pendapat yang paling kuat sepuluh malam yang dimaksud adalah awal bulan Dzulhijjah.

Dalam kajian syaikh Ahmad Abdul Aziz menguatkan bahwa bulan yang dimaksud pada ayat ini adalah awal bulan Dzulhijjah. Sebab pada bulan ini, ada keistimewaan yang besar dibandingkan bulan-bulan lainnya, yakni penyelenggaraan ibadah haji. Khususnya pada 10 Dzulhijjah, saat itu ummat islam sedang menjalankan seluruh rangkaian ibadah seperti berqurban, melontar jumrah, tahalul, tawaf, dan lainnya. Pada hari-hari ini sangat banyak amalan shaleh yang bisa dilakukan ummat islam.

Makna lainnya, angka sepuluh ini diartikan sebagai “penyempurna”, yakni dikaitkan dengan hari Arafah pada 9 Dzulhijjah. Pada hari Arafah ini Allah memberikan keutamaan yang besar yakni ibadah wukuf.  Menyempurnakan rangkaian ibadah tersebut, ummat islam harus menjalankan rangkaian ibadah haji lainnya pada 10 Dzulhijjahnya.

Selain itu, keutamaan angka 10 ini juga merujuk pada kisah Nabi Musa yang bermunajat. Dikisahkan bahwa sebelum menerima Taurat, Nabi Musa berpuasa selama 30 hari kemudian Allah perintahkan untuk menambah puasanya 10 hari lagi sebagai penyempurna agar saat menerima Taurat Nabi Musa telah kuat batinnya.

Keistimewaan angka 10 juga dijadikan sebagai dawamnya para sahabat saat menghafalkan Al-Qur’an. Kebiasaan para sahabat saat menghafal dimulai dengan per sepuluh ayat, mengulangnya sepuluh kali, dan mengamalkan sepuluh ayat tersebut, kemudian baru para sahabat masuk pada sepuluh ayat kedua, dan seterusnya.

Dengan keutamaan-keutamaan tersebut, para ulama pun menyimpulkan bahwa cara untuk menistiqomahkan suatu amal dilakukan dengan membiasakannya selama 10 hari atau mengulangnya 10 kali.

Leave a Reply