MASKANULHUFFADZ.COM – Bulan Muharram merupakan bulan yang mengawali satu tahun perjalanan kehidupan. Dalam rangka memperingatinya banyak umat islam melakukan berbagai tradisi sesuai kepercayaan daerahnya, seperti kirab pusaka, tapa bisu, bubur suro, dan tradisi daerah lainnya. Tradisi yang umum di lakukan di Indonesia yakni minum susu, memang budaya ini tidak pernah dicontohkan Rasulullah tetapi kebiasan yang dicontohkan oleh para ulama terdahulu.

Tidak ada hadis shahih yang menyatakan budaya ini sebagai kebiasaan yang pernah dilakukan Rasulullah. Praktik ini lebih tepat dipahami sebagai tradisi atau kebiasaan baik yang berkembang di sebagian ummat islam. Minum susu putih berawal dari tradisi ulama Makkah pada abad ke 20.

As-Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Maliki. Ulama ini dikenal dengan kebiasaanya yang suka memberikan susu kepada murid dan para tamu yang hadir ke kediamannya setiap memasuki awal tahun baru hijriyah. Menurut catatan para muridnya, kegiatan seperti ini dilakukannya sebagai bentuk doa dan harapan agar pada memasuki tahun baru diawali dengan sesuatu yang baik, bersih, dan membawa keberkahan.

Kemudian, tradisi ini pun berkembang dan menyebar hingga Hijaz, terutama Jeddah dan Makkah. Akhirnya tradisi ini dikenal oleh masyarakat luas sebagai salah satu tradisi yang dilakukan untuk menyambut Tahun Baru Islam.

Bahkan tradisi ini semakin berkembang mengikuti daerah masing-masing. Di Jeddah sendiri dalam rangka menyambut tahun baru mereka mempunyai perayaan sendiri. Kegiatan dimulai dengan minum susu putih pada pagi hari di tanggal 1 Muharram. Kemudian mereka melanjutkan dengan menyantap hidangan tradisional “Mukhliya” yaitu sejenis makanan khas nenek moyang daerah mereka.  Pada siang dan sore harinya, masyarakat biasanya berkumpul bersama keluarganya sembari menyajikan kopi dan kacang almond, kemudian saling mengunjungi untuk mengucapkan selamat tahun baru.

Tradisi ini mereka lakukan hingga tanggal 10 Muharram. Selepas puasa Asyura mereka menyantap makanan khas “Ashouriya” sebagai symbol rasa syukur dan kebersamaan.

Kenapa Susu Putih?

Pertanyaan selanjutnya, kenapa harus warna putih? Ternyata di balik susu warna putih ada hikmah yang ingin disampaikan oleh para ulama.

Susu memiliki makna simbolis yang kuat dalam tradisi islam. Susu digambarkan sebagai minuman yang suci, alami, dan penuh keberkahan. Bahkan dalam Al-Qur’an Allah langsung yang menegaskan keutamaan dari minuman susu ini.

“Dan sungguh, pada hewan ternak itu benar-benar terdapat pelajaran bagi kamu. Kami memberimu minum dari apa yang berada dalam perutnya berupa susu yang bersih antara kotoran dan darah, yang mudah ditelan bagi orang yang meminumnya,” (QS An-Nahl: 66).

Dalam ayat tersebut ada isyarat bahwa susu merupakan minuman yang mulia sebagai karunia yang Allah berikan manfaat bagi kahidupan manusia. Dengan demikian, inilah yang menjadi landasan ummat islam menjadikan minum susu putih sebagai tradisi menyambut tahun baru islam yakni simbol kesucian, keberkahan, dan harapan hidup yang lebih baik di masa depan.

Leave a Reply