MASKANULHUFFADZ.COM – Akhir juni 2026 ini negara Eropa tengah digoncangkan dengan perubahan iklim. Jutaan orang di Prancis, Italia, Spanyol, Inggris Raya, dan berbagai wilayah lain di Eropa mengalami suhu dan kelembapan yang sangat ekstrem akibat fenomena heat dome (kubah panas). Suhu siang hari di banyak tempat melampaui 40C (104F), sementara suhu malam yang tetap tinggi membuat tubuh sulit mendinginkan diri dan pulih dari paparan panas.
Dampak yang muncul tidak hanya berkaitan dengan kesehatan masyarakat. Sejumlah sekolah menghentikan kegiatan belajar tatap muka karena suhu ruang kelas tidak lagi aman. Rumah sakit menghadapi lonjakan pasien akibat penyakit yang dipicu panas berlebihan, seperti dehidrasi, kelelahan akibat panas, hingga serangan panas atau heat stroke. Aktivitas transportasi juga terganggu karena pembatalan perjalanan kereta api maupun penerbangan di berbagai negara.
Gelombang panas berkepanjangan turut memengaruhi produktivitas kerja, terutama pada sektor yang mengandalkan aktivitas luar ruangan. Mirisnya WHO melaporkan bahwa lebih dari 1300 kematian akibat gelombang panas ekstrem sejak 21 Juni 2026. Berdasarkan survei, cuaca ekstrem ini disebabkan oleh pemanasan global akibat pembakaran bahan bakar fosil (seperti batu bara, minyak, dan gas) yang menghasilkan gas yang memerangkap panas.
Pandangan Al-Qur’an Menanggapi Cuaca Ekstrem Eropa
Cuaca ekstrem ini tidak serta merta terjadi dengan sendirinya, namun tidak terlepas dari peran manusia yang tidak memperhatikan lingkungannya. Hal ini sejalan dengan firman Allah Qur’an surah Ar-Rum ayat 41, yang mengatakan:
“Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia sehingga kalian kata Allah akan merasakan akibat dari perbuatan mereka.”
Sebagai upaya menghindari hal tersebut maka Allah memperingatkan manusia agar senantiasa kembali pada jalan yang lurus, dengan cara mengontrol sikap dan mengendalikan diri agar sesuai dengan aturan Allah. Salah satu hal yang perlu diperhatikan yakni ketentuan yang Allah sampaikan dalam Qur’an surah Al-Qashash ayat 77:
“Dan carilah (pahala) negeri akhirat dengan apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu, tetapi janganlah kamu lupakan bagianmu di dunia dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang berbuat kerusakan.”
Berdasarkan ayat tersebut Allah menyampaikan bahwa untuk mencapai kesuksesan di hari akhirat caranya dengan mempergunakan segala nikmat dan karunia yang telah diberikan. Jangan sampai nikmat tersebut menjadi laknat karena sikap kita yang tamak. Allah mengingatkan dalam mencari dan mendapatkan rezeki jangan sampai berbuat kerusakan. Sebab, Allah tidak suka kepada orang-orang yang berbuat binasa. Jadi, dari firman Allah ini dapat disimpulkan bahwa untuk menyelamatkan bumi dan lingkungan hidup, kita harus mempunyai kesadaran pentingnya mengontrol diri, sebab seperti apa kita memperlakukan alam maka alam akan memberikan respon balik dari perlakuan kita.










