MASKANULHUFFADZ.COM – Perkembangan teknologi semakin merajalela, sebagian aktivitas manusia dikendalikan oleh teknologi. Mirisnya perkembangan ini tidak hanya memudahkan urusan manusia, namun disamping itu jika tidak bisa memilih dan memilah banyak konten yang dapat merusak pemikiran manusia. Salah satunya dengan viralnya konten ustadzah AI yang familiyar dikenal dengn ustadzah Hajar. Dengan fasih dan penuh ketenangan ustadzah AI ini menyampaikan potongan-potongan kajian di platform media sosial, namun dari tausiyah yang disampaikan ada beberapa dalil yang salah dan tertinggal dibacakannya. Melalui peritiwa ini mengingatkan ummat islam untuk memperhatikan kembali adab-adab dalam belajar, terutama ilmu agama. Salah satunya belajar langsung dari guru bersanad, sebagaimana yang disampaikan Muhamamd Ibn Sirin:

إِنَّ هَذَا الْعِلْمَ دِينٌ، فَانْظُرُوا عَمَّنْ تَأْخُذُونَ دِينَكُمْ

“Sesungguhnya ilmu ini adalah agama, maka perhatikanlah dari siapa kalian mengambil agama kalian.”

Sanad secara bahasa maksudnya adalah sandaran, rangkaian, hubungan, yang dapat dipercaya. Sedangkan menurut istilah, sanad adalah silsilah mata rantai dari sumber yang pertama. Jadi sanad ilmu atau sanad guru adalah rantai ilmu atau rantai guru yang tersambung kepada lisannya Rasulullah.

Pentingnya Guru Bersanad

Pentingnya sanad ini ditegaskan Rasulullah dalam hadisnya, “Barangsiapa menguraikan Al Qur’an dengan akal pikirannya sendiri dan merasa benar, maka sesungguhnya dia telah berbuat kesalahan” (HR. Ahmad).

Lalu dikuatkan lagi dari perkataan Abdullah bin Mubarak, bahwa “Sanad merupakan bagian dari agama, dan apabila tidak ada sanad maka orang akan seenaknya mengatakan apa yang ingin ia katakan” (Shahih Imam Muslim).

Dari Ibnu Abbas ra, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda “Barangsiapa yg berkata mengenai Al-Qur’an tanpa ilmu maka ia menyediakan tempatnya sendiri di dalam neraka” (HR.Tirmidzi).

Imam Syafi’i rahimahullah mengatakan “tiada ilmu tanpa sanad”.

Al-Hafidh Imam Attsauri rahimullah mengatakan “Penuntut ilmu tanpa sanad adalah bagaikan orang yang ingin naik ke atap rumah tanpa tangga”.

Al Imam Abu Yazid Al Bustamiy ra. berkata:

“Barangsiapa tidak memiliki susunan guru dalam bimbingan agamanya, tidak ragu lagi niscaya gurunya syetan” (Tafsir Ruhul-Bayan Juz 5 hal. 203).

Imam Syafi’i pun berpandangan bahwa seseorang yang belajar tanpa sanad itu seperti pengembaraan yang mengancam.

“Yang mencari ilmu tanpa sanad adalah bagaikan pencari kayu bakar di malam hari yang gelap dan membawa pengikat kayu bakar yang padanya ular berbisa yang mematikan dan ia tak mengetahuinya”.

Nah, dari dalil di atas maka sangat jelas bahwa seorang guru haruslah memiliki silsilah yang jelas, sambung menyambung tanpa terputus sampai kepada Rasulullah shallallahu alaihi wasallam. Merujuk pada kasus yang tengah beredar di media sosial ini menjadi bukti untuk lebih selektif mencari guru, jangan sampai konten trending dengan mudah dijadikan panutan dan mempercayainya.

Bagi seorang muslim sangat dianjurkan dan penting mengetahui sanad gurunya sebelum belajar bersamanya, tujuannya agar keaslian ilmu terus terjaga, untuk memastikan kompetensi keilmuan guru, menjaga keberkahan ilmu, dan yang paling penting menghindari kesalahan dalam memahami ilmu.

Maka, jadilah muslim yang cerdas, belajarlah dengan guru yang shahih keilmuannya, dan jangan mudah fomo dengan trending.

Leave a Reply