MASKANULHUFFADZ.COM – Suasana haru, syukur, dan penuh rasa bangga menyelimuti pelaksanaan Haflah Akhirussanah Pesantren Maskanul Huffadz yang digelar di Gedung STAN Lantai 8, Ahad (5/7/2026). Kegiatan ini menjadi puncak apresiasi atas perjuangan para santri, Program PaudQu, Lil Athfal, dan I’dad yang telah menyelesaikan proses pembelajaran Al-Qur’annya. Momentum ini bukan sekedar ajang perayaan tetapi sebagai kilas balik untuk meneguhkan komitmen membangun generasi yang tumbuh bersama nilai-nilai Al-Qur’an.
Sebagaimana yang disampaikan pimpinan pesantren Maskanul Huffadz, Umma Oki Setiana Dewi, bahwa semua capaian para santri ini merupakan hasil dari kolaborasi dan sinergi yang dibangun dari seluruh lini.
“Seluruh pengurus Maskanul Huffadz adalah pelayan Al-Qur’an. Maskanul Huffadz bisa berdiri dan bertumbuh hingga sekarang, semuanya hasil partisipasi dari seluruh pengurus, semoga dengan pengabdian ini menjadi wasilah Allah membantu tugas-tugas pribadi kita semua.”
Haflah Momentum Semangat Membersamai Al-Qur’an
Pada kesempatan tersebut, umma juga menyampaikan apresiasinya pada seluruh orang tua yang mengizinkan anak-anaknya belajar di Maskanul Huffadz. Ia berharap para santri tidak berhenti menghafal ataupun belajar Al-Qur’an setelah tamat. Harapannya mereka bisa terus melanjutkannya dengan profesi mereka yang baru.
Hal yang sama juga disampaikan Syaikh Ahmad Abdul Aziz dalam amanatnya. Syaikh menegaskan Al-Qur’an dapat membentuk jiwa manusia, membersihkan hati, dan membentuk kepribadian yang lebih baik.
“Al-Qur’an itu menyucikan jiwa. Yang dituntut bukan hanya menghafal Al-Qur’an, tetapi juga mentadabburinya. Dengan Al-Qur’an kita membangun jiwa dan membangun akhlak yang mulia,” jelasnya.
Lebih lanjut, dalam momentum berharga ini pesantren juga mengumumkan para santri terbaik dari setiap program dan tingkatnya. Program I’dad (Arista Dwi Junyanti, 4 juz), Program Lil Athfal (tingkat 1: Qeisya Muthmainnah Zahwin (10 juz), tingkat 2: Natasha Khairina Wahyudi (12 juz), tingkat 3: Aisyah Ramadhani (30 juz), Program PaudQu (Maryam Mufidah Prakoso, 15 hadist, 20 doa harian).
Tak hanya itu, momentum spesial ini juga membawa kabar gembira bagi santri Lil Athfal. Aisyah santri Athfal tingkat 3 yang berhasil menyelesaikan tasmi’ 30 juz, ia mendapatkan hadiah umroh dari orang tua asuhnya.
Selanjutnya, rasa bangga dan haru atas capaian para santri tergambar dari wajah para orang tua. Salah satunya bundanya Maryam, santri terbaik dari PaudQu Maffaz.
“Saya sangat terharu dengan capaian Maryam. Dulunya Maryam itu anaknya pemalu, takut tampil di depan umum. Kini selama 2 tahun belajar di PaudQu sangat salut lihat perkembangannya, Maryam lebih aktif dan berani. Hafalan dan bacaannya juga bagus. Pembimbingan dan pendekatan musyrifahnya pun sangat totalitas, baik, dan akrab pada semua santri. Paling berkesan, Maryam sangat istiqomah murajaah hafalannya tiap pagi, jika Maryam terbangun sebelum subuh dan lihat orang tuanya tahajud, ia pengen juga dibangunin, katanya pengen murajaah hafalan dalam shalat,” tanggapan bundanya Maryam dengan bangganya.
Dengan terselenggaranya agenda haflah akhirussanah ini menjadi momentum untuk merefleksikan diri pentingnya pendidikan Al-Qur’an bagi generasi muda. Semoga melalui kegiatan ini semakin menambah semangat para santri untuk terus menghafal dan memurajaah hafalannya. Meneguhkan komitmen pesantren untuk terus berkontribusi memberikan pelayanan yang lebih baik dalam memfasilitasi masyarakat untuk belajar Al-Qur’an.










