MASKANULHUFFADZ. COM – Setiap orang mendambakan sukses dan bahagia, semua cara dan upaya dilakukan agar sukses dan bahagia tersebut tercapai. Namun, disayangkan kebanyakan dari mereka hanya meraih sukses tetapi jauh dari kata bahagia.
Lalu, kenapa hal tersebut bisa terjadi? Bukankah selama ini yang kita cari kesuksesan membawa kebahagian?
Jika konsep yang selama ini kita pahami sukses itu pasti bahagia, tentunya ada yang salah dari tindakan kita selama ini.
Hakikat Kebahagian
Berdasarkan kajian tafsir yang disampaikan Syaikh Ahmad Abdul Aziz, doktor Universitas Al-Azhar Kairo, mengatakan bahwa hakikat kebahagiaan itu terletak pada hati yang senantiasa dekat dengan Allah.
Hal ini pun dijelaskan dalam Qur’an surah Ar-Ra’d ayat 28:
“Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.”
Lantas, jika kebahagiaan itu sumbernya bukan pencapaian dunia semata, tetapi hubungan dengan Allah, maka berikut beberapa cara yang dapat dilakukan berdasarkan tafsir Qs. Al-Muzammil ayat 1-10.
Pertama, melaksanakan qiyamul lail.
Ibadah ini merupakan shalat sunnah yang dianjurkan. Bahkan keutamaan bagi seseorang yang konsisten melaksanakan qiyamul lail akan memperoleh kedekatan dengan Allah. Selain itu, disebutkan dalam hadis dari Asma’ bin Yazid bahwa pada hari kiamat nanti manusia akan dikumpulkan dalam satu tempat, lalu ada panggilan kepada orang -orang yang bangun dari tempat tidurnya untuk melaksanakan shalat qiyamul lail.
Kedua, membaca Al-Qur’an.
Membaca Al-Qur’an merupakan bentuk komunikasi manusia dengan Allah, dengan membaca Al-Qur’an akan mendekatkan kita dengan Allah. Sebagaimana dijelaskan dalam hadis Rasulullah:
“Sesiapa yang membaca satu huruf daripada Kitab Allah akan mendapat satu ganjaran, dan ganjaran itu akan digandakan menjadi sepuluh,” (Sunan At-Tarmidzi).
Ketiga, memperbanyak zikir.
Semakin sering seorang muslim berzikir, semakin kuat pula hubungannya dengan Allah. Zikir mengingatkan kita akan kebesaran Allah, kekuasaan-Nya, dan kasih sayang-Nya. Hal ini secara otomatis memperkuat keimanan dan ketakwaan.
Keempat, meninggalkan harapan selain kepada allah.
“Dan hanya kepada Rabb-mu hendaknya kamu berharap,” (Qs. Al-Insyirah: 8)
Ayat ini menegaskan bahwa tempat terbaik untuk meletakkan harapan hanyalah kepada Allah. Allah adalah zat yang maha mendengar, mengabulkan doa, serta tidak pernah menelantarkan hamba-Nya. Berharap pada selain Allah hanya akan membuat kecewa, kehilangan kendala diri, lupa bersyukur, dan melemahkan iman. Dengan demikian, cukuplah hanya pada Allah semua harapan digantungkan, agar hati terus dekat dengan Allah dan perlahan hidup lebih tenang.
Dengan mengistiqomahkan empat amalan ini dapat membawa hidup lebih dekat dengan Allah. Saat sudah terbangun kedekatan tersebut maka ketenangan akan diperoleh dan kebahagiaan pun mudah diraih.










