MASKANULHUFFADZ.COM – Saat dihadapkan dengan masalah hidup, mengejar pencapaian, dan mewujudkan ambisi, tahajud seolah-olah menjadi jalan ninja untuk mengubahnya. Acap kali kita berkeyakinan Allah hanya akan mengabulkan doa dan harapan dengan menunaikan tahajud. Memang tidak salah, tapi perlu dipahami bahwasanya tahajud ataupun tidaknya kita bukanlah alasan utama dikabulkannya doa dan harapan, sebab Allah pasti akan mengabulkan doa dan harapan setiap hamba selagi mereka yakin dan mau meminta kepada Allah.

Allah berjanji kepada hambanya dalam Qur’an Al-Baqarah ayat 186:

أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ

“Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku.”

Terus kenapa jika Allah mengabulkan semua permintaan manusia untuk apa lagi kita disuruh bangun di sepertiga malam untuk shalat?

Alasan dibalik Perintah Tahajud

Sebenarnya Allah tidak butuh dengan shalat hambanya, bahkan sebaliknya manusialah yang sangat membutuhkan pertolongan Allah. Sebagaimana dijelaskan dalam Qur’an Al-Muzammil ayat 6:

اِنَّ نَاشِئَةَ الَّيۡلِ هِىَ اَشَدُّ وَطۡـاً وَّاَقۡوَمُ قِيۡلًا ؕ

“Sungguh, bangun malam itu lebih kuat (mengisi jiwa) dan (bacaan di waktu itu) lebih berkesan”

Dalam ayat ini Allah menggunakan frasa kata اَشَدُّ وَطۡـاً yang secara bahasa berarti lebih menghujam ke hati. Frasa ini menggambarkan bentuk kasih sayang, sebab Allah tahu pada siang hari manusia disibukkan dengan perkara dunia, penuh notifikasi, deadline, target, distraksi, dan rutinitas yang tidak habis-habisnya. Sehingga dengan adanya malam manusia dapat lebih fokus untuk beribadah pada tuhannya, jiwanya lebih benar-benar hadir sepenuhnya. Allah menegaskannya pada ayat berikutnya:

إِنَّ لَكَ فِى ٱلنَّهَارِ سَبْحًا طَوِيلًا

“Sesungguhnya pada siang hari engkau mempunyai urusan yang panjang”

Ayat ini menegaskan bahwa waktu malam dan siang hari itu sangat berbeda. Malam itu waktu yang tenang untuk mendekat pada Allah. Sehingga pada titik inilah tahajud mengubah manusia dari dalam, dari hati, dan dari ekspektasi tanpa ujung.

Kebaikan Allah itu konstan dan pertolongannya pasti. Meskipun kita tidak terbangun untuk shalat tahajud tetap saja pertolongan Allah itu pasti diberikan, namun hasilnya akan berbeda dengan mereka yang memilih untuk menunaikan.

Memilih shalat tahajud membuat hati lebih fokus pada Allah. Tahajud bukan berarti mengubah keputusan Allah tetapi dengan tahajud dapat mengubah diri kita. Mengubah hati dari gelisah dengan takdir jadi lebih tenang dan yakin bahwa Allah akan memberikan takdir terbaik.

Tahajud pun akan mengubah cara pandang dari melihat masalah yang terasa besar menjadi lebih ringan karena meyakini bahwa ada Allah yang lebih besar untuk menyelesaikan. Serta dengan tahajud kita lebih yakin setiap permasalahan bisa terlewati. Semuanya disebabkan hati yang terfokus pada Allah.

Nah, dari ulasan tersebut sangat jelas bahwasanya tahajud memang tidak pasti mengubah jalan takdir, tapi dengan tahajud kita yakin Allah akan menolong. Saat keyakinan kepada Allah lebih kuat dibandingkan apapun maka Allah akan memberikan petunjuk terbaik dalam takdir kita.

Leave a Reply