MASKANULHUFFADZ.COM – Lembaga Seni, Budaya, dan Peradaban Islam (LSBPI) Majelis Ulama Indonesia (MUI) menggelar Maestro Summit 2026 (Multaqa Seniman dan Budayawan Muslim Se-Indonesia) pada 18 hingga 19 Juli 2026 di Pesantren Modern Daar el Qolam, Desa Pasir Gintung, Kabupaten Tangerang, Banten.
Kegiatan ini digelar bersamaan dengan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) LSBPI MUI dan dihadiri oleh para ulama, maestro seni Islam, budayawan Muslim, akademisi, tokoh masyarakat, pimpinan organisasi Islam, komunitas seni dan budaya, serta pemangku kepentingan dari berbagai daerah di Indonesia.
Memasuki penyelenggaraan yang kedua, Maestro Summit mengangkat tema “Arah Baru Budaya Indonesia: Budaya Islam sebagai Kekuatan Dakwah, Akar Persatuan, dan Kemajuan Bangsa.”
Tema tersebut menjadi landasan diskusi untuk memperkuat peran seni dan budaya Islam sebagai bagian dari dakwah, sekaligus menggali kontribusinya dalam memperkokoh persatuan dan mendorong kemajuan bangsa.
Rangkaian agenda Maestro Summit 2026 dibuka dengan Pidato Kebudayaan Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Prof. Dr. Fadli Zon, S.S., M.Sc dan pengarahan dari Wakil Presiden RI ke 13, Prof. Dr. KH. Ma’ruf Amin.
Dalam kesempatan tersebut, Umma Oki Setiana Dewi turut hadir dan mengikuti rangkaian agenda sebagai bagian dari pengurus MUI. Kehadirannya menjadi bagian dari keterlibatan tokoh-tokoh Muslim dalam forum yang membahas penguatan seni, budaya, dan peradaban Islam sebagai instrumen dakwah serta pembangunan bangsa.
Keterlibatan umma Oki dalam agenda tersebut sejalan dengan amanahnya sebagai pengurus MUI sebagaimana tercantum dalam keputusan Munas XI MUI Tahun 2025.
Selain umma Oki Setiana Dewi, sejumlah seniman, budayawan, sastrawan, dan tokoh publik turut hadir dalam Maestro Summit 2026. Di antaranya Neno Warisman, Fatin Hamama, Habiburrahman El-Shirazy, Ahmadun Yosi Herfanda, Sutardji Calzoum Bachri, Aguk Irawan, Rhoma Irama, Dwiki Dharmawan, dan Jose Rizal Manua.
Melalui Maestro Summit 2026, LSBPI MUI berupaya membangun kolaborasi antara ulama, seniman, budayawan, akademisi, dan berbagai elemen masyarakat. Forum ini diharapkan dapat melahirkan gagasan strategis dalam menjadikan seni dan budaya Islam sebagai kekuatan dakwah, sarana memperkuat persatuan, serta bagian penting dari kemajuan peradaban Indonesia.










