MASKANULHUFFADZ.COM – Program Mubtadi Maskanul Huffadz menyambut kedatangan santri baru Tahun Ajaran 2026/2027 yang memayungi tiga program pendidikan. Penyambutan santri baru tersebut dilaksanakan pada Ahad, 19 Juli 2026.sambut santri baruTim Program Mubtadi bersama para musyrifah turut menyambut kedatangan santri baru yang mulai tiba di pesantren. Adapun tiga program pendidikan yang berada di bawah naungan Program Mubtadi yakni I’dad Tahfidz Akhwat Bekasi, I’dad Tahfidz Ikhwan Kalimantan, Maffaz Lil Athfal, dan PaudQu Maffaz.

Rangkaian kegiatan penyambutan santri baru diawali dengan penyambutan kedatangan santri dan proses screening barang. Kemudian dilanjutkan dengan ceremonial penyambutan serta sambutan dari kepala cabang masing-masing.

Dalam kesempatan tersebut, tim manajemen juga menyampaikan berbagai informasi penting kepada orang tua santri, meliputi grand design program, pedoman kurikulum, tata tertib, serta berbagai peraturan yang berlaku selama santri mengikuti pendidikan di Maskanul Huffadz.

Kegiatan penyambutan ini menjadi langkah awal bagi santri dan orang tua untuk memahami sistem pendidikan serta lingkungan pembinaan yang akan dijalani selama mengikuti program.

“Manajemen Program Mubtadi merupakan unit yang bertanggung jawab dalam pengelolaan dan pengembangan tiga program reguler di bawah naungan Maskanul Huffadz, yaitu PaudQu Maffaz, Maffaz Lil Athfal, dan I’dad Tahfidz,” demikian gambaran umum pengelolaan Program Mubtadi.

sambut santri baruPembelajaran bagi santri baru akan diawali dengan kegiatan Orientasi Santri Baru (OSABA) yang dimulai pada Senin, 20 Juli 2026. Kegiatan ini menjadi tahapan awal untuk beradaptasi dengan lingkungan pesantren, mengenal sistem pendidikan, serta memahami berbagai aturan dan budaya yang berlaku.

Bagi sejumlah santri, bergabung dengan Program Mubtadi menjadi pilihan untuk meningkatkan kemampuan dan mencapai target pendidikan yang diharapkan.

“Saya memilih belajar di I’dad karena programnya bagus dan cocok dengan yang saya harapkan. Di lembaga sebelumnya, programnya tidak terlalu banyak pembelajaran yang ditawarkan dan belum terlalu tertata. Harapannya, dengan mengikuti program ini saya bisa menambah dan memperkuat hafalan,” ungkap Alisa, salah satu santri I’dad.

Hal senada disampaikan Anisya. Ia memilih Program I’dad karena ingin memperbaiki bacaan Al-Qur’an sekaligus menambah hafalan.“Saya ingin memperbaiki bacaan dan menambah hafalan. Selama ini saya masih kurang memperhatikan panjang pendek bacaan dan tajwid ketika menghafal. Di I’dad, hal tersebut sangat diperhatikan. Saya memilih program ini karena sesuai dengan kebutuhan saya,” tuturnya.

Dengan dimulainya Tahun Ajaran 2026/2027, Program Mubtadi berkomitmen untuk terus menghadirkan proses pendidikan yang terarah, terukur, dan sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan santri.

Leave a Reply