MASKANULHUFFADZ.COM – Perkembangan media sosial membuat orang mudah mendapatkan informasi. Kemudahan ini tidak hanya berdampak positif, sebagian besar darinya berdampak negatif jika tidak bisa mengelola dengan bijak. Mirisnya, kondisi ini juga dapat mempengaruhi kebersihan hati dan kejernihan pikiran seseorang. Mengatasi hal tersebut, maka dalam islam ada lima amalan yang diajarkan sebagai pembersihan hati:
Pertama, memperbanyak membaca Al-Qur’an dan memahaminya
Membaca dan merenungkan ayat-ayat Al-Qur’an membantu membersihkan hati dari berbagai penyakit hati seperti iri, dengki, dan kebencian. Sebagaimana fungsi dari Al-Qur’an adalah asy-syifa (penyembuh) dan rahmat (kasih sayang) bagi orang-orang yang beriman. Hal ini dijelaskan dalam Qur’an surah Al-Isra ayat 82:
“Kami turunkan dari Al-Qur’an sesuatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang mukmin, sedangkan bagi orang-orang zalim (Al-Qur’an itu) hanya akan menambah kerugian.”
Ayat ini menegaskan bahwa Allah menurunkan Al-Qur’an bukan hanya sekedar bacaan tetapi bagaimana ayat demi ayat yang dibaca dapat direnungi lalu mengaplikasikannya dalam kehidupan. Saat seseorang mampu menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam hidupnya maka Al-Qur’an akan berfungsi sebagai obat baginya dalam mengarungi permasalahan kehidupan ini. Akibatnya, saat dihadapkan dengan informasi atau berita dari media sosial maka tidak mudah dirinya terdistraksi.
Kedua, memperbanyak shalat malam
Mendekatkan diri kepada Allah adalah cara terbaik yang dilakukan agar hati tetap kuat. Khususnya memperbanyak shalat malam. Shalat malam adalah momentum intim seorang hamba dengan penciptanya, dalam suasana hening setiap doa yang dipanjatkan akan lebih khusyuk penuh harapan. Dari sinilah seseorang akan dekat dengan Rabb-nya karena tidak ada makhluk yang mengetahui kecuali dirinya dan Allah yang tahu. Saat hati seorang hamba dekat dengan Allah maka ia akan merasa tenang. Sebagaimana Allah menjelaskan dalam Qur’an surah Al-Muzammil ayat 6:
“Sungguh, bangun malam itu lebih kuat (mengisi jiwa) dan (bacaan di waktu itu) lebih berkesan.”
Ketiga, memperbanyak istighfar dan taqarub kepada Allah
Istighfar adalah amalan agung bukan sekedar ucapan lisan melainkan bentuk penghambaan, pengakuan atas kelemahan diri, dan pengharapan kepada Allah. Istighfar merupakan amalan yang mendatangkan ketenangan batin, ulama pun menyepakati amalan ini merupakan kunci kebersihan hati. Hati itu ibarat cermin semakin tersentuh dosa semakin kusam, karenanya semakin sering dibasuh dengan istighfar maka ia semakin jernih. Bahkan Rasulullah pun tidak pernah meninggalkan istighfar 70-100 kali setiap harinya. Hal ini diperkuat dari ungkapan Imam Ibnul Qayyim bahwa, “istighfar adalah pencuci hati dari kotoran dosa. Jika hati itu bersih, ia akan menjadi lebih kuat memikul beban ketaatan.”
Inilha tiga amalan harian yang bisa diterapkan dalam keseharian, sebagai penawar bagi hati agar tetap terjaga dari berbagai penyakit. Saat hati bersih maka kehidupan akan tenang, nyaman, dan kebahagian mudah diraih.










