MASKANULHUFFADZ.COM – Menjelang satu dekade kiprahnya dalam bidang pendidikan dan dakwah Al-Qur’an, Pesantren Maskanul Huffadz menggelar rangkaian kegiatan bertajuk Maffaz Fair. Kegiatan ini menjadi bagian dari momentum menyambut satu dekade berdirinya Maskanul Huffadz. Sekaligus menjadi ruang bagi santri dan generasi muda untuk mengembangkan potensi, kreativitas, serta kemampuan mereka.
Rangkaian menuju satu dekade tersebut diawali dengan kegiatan Samudra (Santri Muda Beraksi) pada 24-26 Juli 2026. Kegiatan yang bertujuan sebagai wadah melatih leadership dan pembinaan bagi santri mukim seluruh cabang Maskanul Huffadz. Setelah Samudra, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan Maffaz Fair yang melibatkan ratusan peserta dari berbagai daerah di Indonesia.
Event tersebut menghadirkan lima kategori perlombaan, yakni Musabaqah Hifdzil Qur’an (MHQ) kategori 1 juz, 2 juz, 5 juz, dan 10 juz; lomba pidato bahasa Arab, bahasa Inggris, dan bahasa Indonesia, lomba video reels, lomba cerdas cermat, serta lomba futsal antar pesantren untuk kategori santri dan pengurus.
Pelaksanaan lomba dilakukan secara daring dan luring dengan sejumlah tahapan. Peserta mengikuti masa pendaftaran pada 12 Juni-19 Juli 2026, dilanjutkan dengan seleksi dan penilaian pada 27-31 Juli 2026. Kemudian ditutup dengan babak final pada 8-9 Agustus 2026.
Salah satu peserta finalis lomba pidato bahasa Arab, Siti Aliya, mahasiswa semester tujuh Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin (STIU) Darul Qur’an Bogor, mengaku mendapatkan pengalaman dan motivasi baru melalui Maffaz Fair.
“Lombanya bagus, sangat memotivasi, dan memberikan semangat bagi anak muda. Hadiahnya umrah juga menambah excited untuk mengikutinya. Event ini menambah teman dari berbagai pesantren,” ujar Siti.
Hadiah Spesial di Maffaz Fair 2026
Selain menjadi ajang kompetisi, Maffaz Fair juga menghadirkan hadiah utama berupa umrah gratis serta undangan khusus menghadiri Wisuda Akbar Maskanul Huffadz ke-XV. Hadiah tersebut diberikan melalui sistem undian sehingga seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkannya.
Kesempatan tersebut akhirnya diraih Irfan Baihaqqi, peserta asal Bogor. Ia mengaku tidak menyangka dapat memperoleh hadiah umrah dalam perlombaan Maffaz Fair tahun ini.
“Saya tidak bisa berkata-kata. Sangat bahagia dan terharu. Capaian saya ini adalah keberkahan doa dari orang tua, guru, dan teman-teman. Saat saya tampil, saya juga menyelipkan doa dalam pantun saya. Alhamdulillah, doa itu Allah kabulkan,” ujar Irfan dalam sambutannya.
Sementara itu, Fatimatun Zahra, peserta cabang MHQ 5 juz asal Malang, menilai persaingan dalam Maffaz Fair cukup ketat. Ia menyebut sistem perlombaan yang terbuka bagi masyarakat umum menjadi tantangan tersendiri bagi peserta.
“Nilai penyisihan saya 98 dan berada di peringkat delapan. Perlombaannya cukup ketat karena dibuka untuk seluruh masyarakat. Lomba ini tidak dibatasi berdasarkan tingkat sekolah, tetapi berdasarkan batas usia. Hal itu membuat saya cukup grogi,” ungkapnya.
Maffaz Fair menjadi salah satu bentuk rasa syukur Maskanul Huffadz atas perjalanan satu dekade dalam berkontribusi pada bidang pendidikan, dakwah, dan pembinaan generasi muda melalui Al-Qur’an.
Melalui penyelenggaraan kegiatan tersebut, Maskanul Huffadz berharap Maffaz Fair tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga menjadi ruang silaturahmi dan pengembangan potensi generasi muda dari berbagai daerah.
Sekaligus menjadi momentum bagi Maskanul Huffadz untuk terus memperluas kontribusinya dalam menghadirkan kegiatan edukatif dan inspiratif. Melalui jalur pendidikan, kompetisi, dan dakwah, Maskanul Huffadz berkomitmen menjadikan Al-Qur’an sebagai sumber motivasi dalam membentuk generasi muda yang berprestasi dan berkarakter.










