MASKANULHUFFADZ.COM – Menghafal Al-Qur’an bukan hanya tentang seberapa banyak ayat yang mampu dihafalkan, tetapi juga tentang keberanian, konsistensi, dan semangat untuk terus menjaga hafalan. Semangat itulah yang dibangun Maskanul Huffadz Batam melalui Festival Tasmi’ yang digelar pada Ahad, 9 Agustus 2026.
Kegiatan yang berlangsung pukul 09.30-12.00 WIB tersebut dikemas berbeda dari kegiatan tasmi’ pada umumnya. Para santri menampilkan hafalan Al-Qur’an secara outdoor di Dinos Gate, salah satu tempat rekreasi di Kota Batam. Kegiatan festival diselenggarakan di depan gerbang masuk sehingga kegiatan ini dapat disaksikan langsung oleh para pengunjung. Suasana tersebut sekaligus memberikan pengalaman tersendiri bagi para santri untuk berani tampil dan menyetorkan hafalan mereka di hadapan orang tua maupun pengunjung.
Festival Tasmi’ kali ini merupakan penyelenggaraan kedua. Sebelumnya, Maskanul Huffadz Batam telah mengadakan Festival Tasmi’ perdana pada 8 Februari 2026. Kegiatan tersebut dirancang sebagai agenda rutin setiap enam bulan masa belajar sekaligus menjadi sarana evaluasi perkembangan hafalan para santri. Festival Tasmi’ Maskanul Huffadz Batam tidak hanya ditujukan bagi santri dengan hafalan terbanyak, namun terbuka juga untuk berapa pun jumlah surat yang telah mereka hafalkan.
Bahkan, pada penyelenggaraan sebelumnya terdapat tiga santri yang masing-masing baru mampu menghafalkan empat surat. Mereka tetap diberikan kesempatan untuk tampil di hadapan orang tua dan peserta lainnya.
“Konsep tersebut menjadi salah satu pembeda Festival Tasmi’ Maskanul Huffadz Batam dengan kegiatan serupa. Jika dalam sejumlah kegiatan tahfidz biasanya hanya santri dengan hafalan terbaik yang ditampilkan, Festival Tasmi’ justru memberikan ruang bagi seluruh santri untuk menunjukkan proses dan perkembangan hafalannya.” jelas ustadzah Nisa
Dengan konsep tersebut, festival ini diharapkan menjadi persembahan spesial bagi orang tua yang memiliki harapan agar anak-anak mereka tumbuh menjadi penghafal Al-Qur’an.
“Festival Tasmi’ bukan sekadar melihat siapa yang hafalannya paling banyak. Ini menjadi wadah agar orang tua dapat menyaksikan secara langsung proses dan perkembangan hafalan anak-anak mereka,” demikian gambaran tujuan kegiatan tersebut,” tambahnya.
Program pembelajaran Maskanul Huffadz Batam sendiri baru berjalan sekitar satu tahun. Namun, hingga Agustus 2026, tercatat sebanyak 18 santri telah aktif mengikuti pembelajaran. Untuk mengikuti Festival Tasmi’, peserta pada dasarnya telah mengikuti pembelajaran tahfidz di Maskanul Huffadz minimal satu bulan.
Keseruan Festival Tasmi
Setelah sambutan ketua panitia, acara memasuki inti kegiatan, yakni tasmi’ hafalan Al-Qur’an dari masing-masing santri. Ada santri yang mampu menyetorkan 11 surat dalam waktu sekitar 10 menit. Ada pula yang membutuhkan waktu sekitar 15 menit untuk menyelesaikan jumlah surat yang sama. Pada Festival Tasmi’ kedua ini, capaian hafalan peserta cukup beragam. Peserta dengan hafalan paling sedikit menyetorkan 10 surat, sedangkan peserta dengan hafalan terbanyak mampu menyetorkan 24 surat.
Hal yang membanggakan, seluruh santri mampu menyelesaikan hafalannya. Keberanian mereka untuk tampil menjadi salah satu capaian penting dari kegiatan tersebut. Selain sertifikat untuk seluruh peserta, panitia juga memberikan piala kepada santri yang menunjukkan progres hafalan paling besar selama enam bulan terakhir.
Festival tidak langsung berakhir setelah seluruh santri menyelesaikan tasmi’. Setelah kegiatan utama, para santri bersama orang tua menikmati makan siang. Usai makan siang dan melaksanakan salat Zuhur, kegiatan dilanjutkan dengan rihlah bersama di area tempat rekreasi. Para santri dan orang tua dapat menikmati berbagai wahana, mulai dari melihat dinosaurus robot, bermain seluncuran, berfoto bersama hingga melihat sejumlah hewan seperti kelinci dan burung hantu.
Konsep tersebut membuat Festival Tasmi’ tidak hanya menjadi agenda evaluasi hafalan, tetapi juga menjadi momentum mempererat hubungan antara santri, orang tua, dan lingkungan pembelajaran. Bagi para peserta yang turut mengisi acara, pengalaman mengikuti Festival Tasmi’ memberikan kebahagiaan tersendiri. Para santri camp dan ummahat yang terlibat mengaku senang dapat menjadi bagian dari kegiatan tersebut.
Pada akhirnya, Festival Tasmi’ Maskanul Huffadz Batam ingin menanamkan pesan bahwa setiap hafalan layak diapresiasi dan setiap proses layak dirayakan. Sebab, dalam perjalanan menghafal Al-Qur’an, bukan hanya jumlah surat yang menjadi ukuran, tetapi juga keberanian untuk memulai, ketekunan untuk menjaga, dan semangat untuk terus bertumbuh.










