MASKANULHUFFADZ.COM – Menutup masa belajar 2025/2026, 170 santri Maskanul Huffadz dari 13 cabang se-indonesia mengikuti agenda tasmi’ akbar. Kegiatan berlangsung selama tiga hari sejak tanggal 10-12 Agustus 2026. Kegiatan tahunan ini menjadi salah satu rangkaian penting dalam program pembelajaran Maskanul Huffadz. Selain sebagai ajang syiar Al-Qur’an, tasmi’ akbar juga berfungsi sebagai bahan evaluasi capaian santri setelah satu tahun menempuh proses pembelajaran.
Dengan penuh rasa bangga, pada tahun ini Maskanul Huffadz berhasil mengahantarkan lima santrinya untuk menyelesaikan tasmi’ 30 juz. Lima santri tersebut berasal dari empat cabang di antaranya:
Tuah Maulana Munthe, Yudi Saputra Sembiring Kembaren cabang Maskanul Huffadz cabang Medan Ikhwan, Yovida Rambe cabang Medan Akhwat, Tania Homsila cabang An- Nahl BSD, dan Suci Anggraini cabang Maskanul Huffadz Sungai Pua. Pencapaian ini patut diapresiasi, selain pertolongan Allah keberhasilan para santri tidak luput dari kesungguhan mereka dalam menghafal serta peran pembimbing yang selalu membersamai santri dengan maksimal.
“Alhamdulillah capaian santri tahun ini sangat baik. Bahkan di antara mereka berhasil tasmi’ 30 juz, tentunya ini hasil sinergi bersam antara santri, pembimbing, dan program yang dikelola dengan maksimal. harapannya capaian-capaian ini bisa berlanjut hingga tahun berikutnya,” jelas Ustadzah Sofiatun Hasanah selaku Muhafidzoh cabang Sungai Pua.
Selanjutnya, Ustadzah Sofiatun Hasanah juga menambahkan strategi yang dilakukannya dalam membimbing santrinya.
“Saya sangat menekankan kedisplinan santri dimulai dari ziyadah yang tidak boleh salah ataupun tidak lancar. Tujuannya untuk membentuk memori hafalan yang baik, saya sangat memperioritaskan hafalan yang berkualitas dibandingkan banyaknya setoran. Hal ini dilakukan untuk memudahkan mereka murajaah. Alhamdulillah, meskipun butuh proses yang panjang tapi ini sangat membantu santri,” tambahnya.
Di sisi lain, kesungguhan para santri dalam mempersiapkan tasmi’ terbaiknya tergambar dari ulasan Suci Angriani (19), salah satu santri Sungai Pua yang berhasil tasmi’ 30 juz.
“Selama tujuh bulan terakhir sebelum tasmi’, saya mengusahakan untuk perbanyak muraja’ah, mengurangi waktu bermain, memanfaatkan waktu luang, memfokuskan bagian juz yang belum lancar, serta mengusahakan untuk memutqinkannya sebelum berpindah ke juz selanjutnya,” tuturnya.
Capaian ini menunjukkan komitmen Maskanul Huffadz dalam memberikan kontribusi untuk anak negeri ini. Ke depannya untuk mendapatkan hasil yang lebih maksimal tim kurikulum merencanakan penerapan metode taktub. Harapannya dengan inovasi ini dapat membantu banyak santri untuk mencapai hafalan yang lebih berkualitas.










