MASKANULHUFFADZ.COM – Qur’an surah Asy-Syam merupakan surah Makiyyah dan termasuk kategori surah pendek. Dalam ayat ini Allah bersumpah atas nama makhluknya yakni matahari. Selain matahari, Allah juga banyak menggunakan nama makhluknya sebagai objek sumpah, dalam kajian tafsir pemakaian nama makhluk dalam sumpah menggambarkan bahwa makhluk tersebut memiliki keistimewaan serta mengandung rahasia teologis dan ilmiah yang mendalam.

Secara sains matahari merupakan benda langit yang sangat berpengaruh sebagai sumber kehidupan semua makhluk di bumi. Cahayanya dapat membantu tumbuhan berfotosintesis, membantu menguapkan air laut, hingga membentuk siklus hidrologi. Faktanya temuan-temuan sains ini sudah dijelaskan dalam Al-Qur’an.

Ternyata penggunaan objek matahari sebagai sumpah bukanlah kebetulan, Allah secara tegas menjelaskan kebesaran kekuasaannya dalam menciptakan matahari. Salah satunya mampu menghasilkan cahaya sendiri dan memantulkan cahaya pada bulan. Fun factnya ternyata cahaya matahari dan bulan itu beda loh penyebutannya dengan redaksi yang berbeda.

Al-Qur’an menyebut cahaya matahari dengn Siraj yang berarti pelita yakni cahaya dan panas. Berbeda dengan bulan disebutkan dengn nur  hanya sekedar cahaya. Penjelasan ini berkolerasi dengan fungsi matahari yang menjadi sumber cahaya, sedangkan bulan dan bumi berputar untuk mendekati matahari.

Selain itu, matahari disebut dengna istlah dhiya’ yaitu sinar yang terpancar dari matahari yang menyilaukan mata, sebagai Al-Qur’an menjelaskan perkara ini dalam Qs. Yunus ayat 5:

“Dialah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya, dan Dialah yang menetapkan tempattempat orbitnya, agar kamu mengetahui bilangan tahun, dan perhitungan (waktu). Allah tidak menciptakan demikian itu melainkan dengan benar.Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) bagi orang-orang yang mengetahui.”

Dalam ayat ini dijelaskan bahwa matahari merupakan sumber kehidupan, ia memiliki sumber panas dan tenaga yang dapat menggerakkan seluruh makhluk. Dalam ayat tersebut juga disampaikan bahwa matahri memancarkan sinar yang berasal dari dirinya sendiri.

Korelasi Kajian Sains dan Al-Qur’an

Mengawali Qur’an surah As. Asy-Syam, Allah bersumpah dengan matahari. Sebuah isyarat bahwa matahari memiliki keistimewaan dibandingkan makhluk lainnya. Ternyata keistimewaan tersebut dibahas dalam perspektif sains dan Al-Qur’an.

Kajian sains menerangkan energi matahari muncul dari hasil pembelahan atom helium dan hedrogen. Temuan ini selaras dengan penjelasan bahwa matahari itu Siraj dan dhiyah yang keduanya bermakna bahwa sumber cahaya matahri berasal dari dirinya sendiri.

Temuan lainnya dalam ilmu astronomi menyebutkan bahwa matahari merupakan pusat tata surya, dalam teori heliosentris dikatakan matahari adalalah pusat yang sifatnya tidak statis.  Melainkan matahari melakukan dua gerakan yaitu peredaran di porosnya dan bergerak bersama sistemnya mengelilingi pusat galaksi bimasakti. Hal ini diperkuat dengan penjelasan pada Qs. Yasin ayat 38:

“Dan matahari berjalan ditempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Allah yang Mahaperkasa, Maha Mengetahui.”

Pada ayat tersebut Allah menjelaskan bahwa salah satu kekuasaanya dalam mengatur peredaran matahri pada orbitnya. Seandainya orbit tersebut menyimpang maka akan terjadi benturan antar benda angkasa.

Berdasarkan uraian di atas maka sangat relevan saat Allah menjadikan matahari sebagai salah satu objek sumpah. Ternyata inilah makna tersirat dari sumpah tersbut, bahwa matahari merupakan bukti kekuasaan Allah, darinya kita belajar bagaimana Allah mempergilirkan kehidupan.

Leave a Reply