MASKANULHUFFADZ.COM – Perayaan kelahiran Nabi Muhammad shalallhu alaihi sallam digelar 12 Rabiul Awal. Perayaan ini bertujuan sebagai bentuk syukur atas terutusnya baginda Rasulullah yang telah menuntun manusia dari jalan kesesatan menuju jalan yang benar yakni agama islam. Mengenai hal ini, Ibnu Taimiyah dalam kitabnya iqtidaush shirat al mustaqim mengatakan bahwa:
“Mengagungkan maulid dan menjadikannya tradisi, terkadang dilakukan oleh sebagian orang. Dan ini termasuk pekerjaan yang besar pahalanya karena ujiannya baik dan mengagungkan Rasulullah.”
Ternyata perayaan kelahiran Rasulullah secara publik pertama kali dimulai pada abad ke tujuh hijriah oleh Raja Muzhaffaruddin di kota Irbil. Adapun perayaan secara tersirat sudah dimulai sejak zamannya Rasulullah, hal ini dijelaskan dalam hadis Rasulullah yakni:
“Dari Abi Qatadah bahwa Rasulullah pernah ditanya mengapa berpuasa di hari senin? Beli menjawab: Di hari senin aku dilahirkan dan whyu diturunkan kepadaku.” HR.Muslim
Hadis ini menjadi bukti bahwa Rasulullah pun merayakan lahirnya. Berhubungan dengan 12 Rabiul Awal ini, ternyata ada tiga peristiwa yang terjadi pada tanggal tersebut.
Pertama, Bertepatan dengan lahirnya Rasulullah di Mekkah
Peristiwa paling bersejarah pada bulan Rabiul Awal adalah kelahiran Rasulullah. Rasulullah berasal dari keluarga pilihan dan mulia, sebagaimana dijelaskan dalam hadis Muslim dan Ahmad.
“Sesungguhnya Allah memilih Kinanah di antara keturunan Ismail, dan memilih Quraisy di antara keturunan Kinanah, dan memilih Bani Hasyim di antara suku Quraisy. Dan Allah memilihku di antara Bani Hasyim.”
Pada hari kelahirannya itu juga ada momen-momen besar yang terjadi, seperti gugurnya pasukan gajah saat ingin menghancurkan kakbah dan menggantinya dengan berhala, keluarnya cahaya yang menerangi istana di Syam, runtuhnya 14 balkon istana Kisra di Persia yang mengisyaratkan runtuhnya Persia, dan peristiwa besar lainnya.
Kedua, Hijrah Pertama baginda Rasulullah ke Madinah
Saat kedatangan Rasulullah bersama Abu Bakar dan rombongan seluruh umat Islam Madinah bergembira. Mereka menunggu kedatangan Rasulullah di luar rumah setiap hari. Suasana kebahagiaan umat Islam saat itu tidak tergambarkan, Abu Darda yang menyaksikan peristiwa tersebut mengisahkan:
“Aku tidak pernah melihat penduduk Madinah lebih bergembira dengan sesuatu sebagaimana kegembiraan mereka dengan kedatangan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam”. (HR al-Bukhari)
Ketiga, Wafatnya Rasulullah di Madinah
Sejumlah kitab Tarikh menyebutkan Rasulullah meninggal pada tanggal 12 Rabiul Awal pada usia 63 tahun. Dikisahkan juga sebelum meninggal Rasulullah sakit sepulang dari haji wada’ tepatnya dua hari terakhir di bulan safar. Lalu, sebelum sakitnya Rasulullah berkunjung ke rumah Aisyah RA, dan disanalah beliau sakit hingga meninggal.
Ibnu Al Jauzi dalam kitabnya, Sifatush-Shafwah, menyatakan bahwa para ulama mempunyai perbedaan pendapat tentang lamanya Rasulullah SAW sakit. Ada yang menyatakan bahwa Rasulullah SAW jatuh sakit selama 12 hari, dan ada yang menyatakan bahwa Rasulullah SAW jatuh sakit selama 14 hari.
Inilah tiga rahasia besar di hari kelahiran Rasulullah. Setiap momen istimewa dalam hidup beliau Allah rancang terjadi pada tanggal yang sama, ini merupakan isyarat bahwa tanggal tersebut mulia. Maka, sebagai ummat islam seharusnya mengisi momentum tersebut untuk beramal dan memperingatinya dengan mengagungkan Rasulullah.










