MASKANULHUFFADZ.COM – Program orang tua asuh yang dicanangkan Pesantren Maskanul Huffadz berhasil melahirkan ratusan lulusan hafidz. Program ini merupakan bentuk kepedulian nyata dalam mendukung para penghafal Al-Qur’an. Melalui sinergi dan dukungan yang berkelanjutan, para santri mendapatkan motivasi serta fasilitas yang membantu mereka menjalani proses menghafal dengan lebih optimal.Program ini tidak hanya menjadi bentuk bantuan secara materi, tetapi juga menjadi wujud kepedulian terhadap tumbuhnya generasi Qur’ani. Dukungan yang diberikan turut membantu memenuhi berbagai kebutuhan santri, dana pendidikan, dan kebutuhan sehari-hari. Sejak digaungkan program ini pada tahun 2017, loyalitas masyarakat bergabung semakin bertambah setiap tahunnya. Tercatat di tahun ini orang tua asuh yang ikut berkontribusi membantu keberlangsungan pendidikan santri mencapai 295 orang.

Salah satu orang tua asuh, bapak Deden Adi Setrisna mengungkapkan dirinya baru bergabung dengan program ini sejak tahun ajaran 2025-2026.

“Saya termotivasi bergabung program OTA ini karena menghafal Al-Qur’an itu pekerjaan mulia. Pekerjaan yang tidak hanya bermanfaat untuk diri mereka, tapi juga masyarakat, lingkungan, terutama orang tua mereka. Tentunya, selagi diberikan kesempatan saya ingin membantu mereka menuntaskan perkejaan mulia itu, terlebih bagi orang-orang di luar sana yang masih keterbatasan dalam menghafal,” jelas Bapak Deden.

Hal senada juga disampaikan Ibu Wita, motivasinya bergabung program OTA ingin mempunyai anak penghafal Al-Qur’an.

“Saya ingin memasukkan anak untuk belajar di Maskanul Huffadz, namun mereka mempunyai kesibukkan yang tidak memungkinkan untuk belajar disana. Makanya, saya bergabung program OTA ini agar saya mempunyai anak asuh yang hafal Al-Qur’an,” tambahnya.

Lebih lanjut, ketertarikan masyarakat bergabung dan bertahan di program OTA Maskanul Huffadz ini sebab sistem manajemennya yang rapi dan selalu memberikan update perkembangan anak asuh mereka. Sebagaimana disampaikan Bapak Dede yang terharu saat anak asuhnya Amel mengirimkan gift bunga padanya.

“Momen yang paling berkesan bagi saya, saat Amel mengirim video pendek untuk saya, dan pernah juga Amel mengirim gift bunga, sampai  sekarang gift itu saya simpan terus,” Jelas Bapak Deden dengan penuh bahagia.

Melalui loyalitas orang tua asuh ini sangat membantu para santri menyelesaikan pendidikannya di Maskanul Huffadz. Kontribusi yang mereka berikan berdampak signifikan terhadap terwujudkan mimpi-mimpi anak negeri untuk belajar, khususnya belajar Al-Qur’an. Harapannya hubungan yang baik antara lembaga, orang tua asuh, dan anak asuh ini terus berlanjut selamanya, dan semakin banyak masyarakat tertarik bergabung dalam membantu pendidikan para santri .

Leave a Reply