MASKANULHUFFADZ.COM – Al-Qur’an diturunkan sebagai petunjuk, hadirnya menyelamatkan jutaan kehidupan manusia. Sejarah mencatat bagaimana hadirnya Al-Qur’an telah menerangi gelapnya Yastrib. Fakta-fakta sejarah menceritakan kondisi Yastrib sebelum menjadi Madinah Al-Munawarah, sebuah kota kumuh, riba tersebar keseluruh penjuru kota, perang saudara sebagai tontonan harian, serta kota dengan SDM yang lemah serta SDA yang tidak ada. Sebuah kota yang tidak mempunyai kehidupan.
Kemudian semuanya berubah 360 derajat sejak hijrahnya Rasulullah ke Madinah. Dari sanalah Yastrib berubah menjadi Madinah Al-Munawarah menjadi poros cahaya bagi peradaban dan menjadi pilot proyek bagi kota-kota lain bahkan bagi negara barat. Madinah berubah sejak Rasulullah mulai mengajarkan Al-Qur’an bagi penduduk Madinah, hingga mereka berkehidupan sesuai dengan nilai-nilai Al-Qur’an.
Berkaca dengan kehidupan zaman sekarang, saat Al-Qur’an mampu dijadikan kompas kehidupan sebuah peradaban hadir mengusai 1/3 dunia, lalu ada apa dengan kita sekarang yang konon Al-Qur’an menjadi bacaan harian namun tidak memberi efek dalam kehidupan.
Ternyata, kondisi ini terjadi karena zaman sekarang Al-Qur’an hanya dijadikan sebatas bacaan berpahala tanpa ada usaha untuk mentadaburi dan menemukan nilai yang disampaikannya untuk kehidupan kita.
Menjadikan Al-Qur’an sebagai Kompas Kehidupan
Para sahabat berinteraksi dengan Al-Qur’an bukan hanya dengan membacanya, tetapi juga menghafal, memahami, mengamalkan, dan mengajarkannya, dan tidak akan pernah berpindah pada ayat berikutnya sebelum mereka mengusai dan paham dengan yang dibacanya. Sementara kita terkadang menjadikan Al-Qur’an hanya sebatas bacaan dan berlomba memperbanyak tilawah.
Lalu, bagaimana agar Al-Qur’an benar-benar mengubah hidup?
Semuanya dimulai dari kesadaran dan keyakinan bahwa Al-Qur’an adalah petunjuk yang mampu mengubah kehidupan.
Tumbuhkan kesadaran dengan menyediakan waktu untuk menyendiri dan berdua dengan Allah. Dalam kesendirian, kita bisa merenungkan tiga hal: dari mana kita berasal, untuk apa kita hidup, dan ke mana hidup ini akan dibawa.
Ketika seseorang mengenal dirinya, ia akan lebih mudah mengenal Rabb-nya. Dari sanalah ia menemukan arah hidup dan belajar menjalani kehidupan sesuai jalan yang Allah ridhai.
Maka, jangan jadikan Al-Qur’an berhenti pada membaca. Mulailah memahami, mentadaburi, dan mengamalkan Al-Qur’an hingga nilai-nilainya hadir dalam hati, perilaku, dan kehidupan kita.










