MASKANULHUFFADZ.COM – Program Kampung Maffaz Cabang Batam menorehkan capaian membanggakan. Baru satu tahun menjalankan program reguler, salah satu santri ummahat, Anggun Nita Sari atau yang akrab disapa Ummu Nawa, berhasil menyelesaikan tasmi’ hafalan Al-Qur’an sebanyak 5 juz, Selasa (8/9/2026).
Capaian tersebut menjadi pencapaian penting bagi Program Kampung Maffaz Batam. Pasalnya, dalam waktu sembilan bulan belajar, Ummu Nawa mampu menghafal sekaligus menyetorkan hafalannya sebanyak 5 juz dengan lancar dan baik.
Semangat Ummu Nawa dalam menghafal Al-Qur’an patut diapresiasi. Di tengah kesibukannya sebagai ibu rumah tangga sekaligus guru, ia tetap berkomitmen meluangkan waktu untuk belajar dan menjaga hafalannya.
Kegiatan mengaji di Kampung Maffaz Batam dilaksanakan secara rutin setiap Jumat hingga Ahad, pukul 16.00-17.00 WIB. Program ini menyediakan dua pilihan pembelajaran, yaitu tahsin dan tahfiz. Ummu Nawa mengikuti keduanya secara bersamaan. Selain rutin belajar tahsin, ia juga aktif menyetorkan hafalan pada setiap pertemuan.
Program Kampung Maffaz hadir sebagai sarana bagi para ibu di lingkungan sekitar untuk mengisi waktu dengan belajar Al-Qur’an. Semangat mereka untuk terus belajar, meski di tengah berbagai kesibukan, tidak terlepas dari peran sebagai madrasah pertama bagi anak-anak.
Kesungguhan dan Tekad
Hal tersebut juga menjadi salah satu motivasi Ummu Nawa untuk terus belajar dan menghafalkan Al-Qur’an. Ia ingin dapat membimbing anak-anaknya secara langsung dalam belajar Al-Qur’an.
“Keluarga motivasi terbesar saya untuk terus belajar dan menghafalkan Al-Qur’an. Saya bertekad untuk urusan ngaji anak-anak, saya sendiri yang handle. Sebagai ibu rumah tangga saya harus terus belajar karena saya memegang peran pertama dalam tumbuh kembang anak saya,” jelasnya.
Di tengah kesibukannya menjalankan berbagai peran, konsistensi dan tekad Ummu Nawa tidak tergoyahkan. Hal itu terlihat dari kesungguhannya mempersiapkan hafalan sebelum mengikuti tasmi’.
“Ini pengalaman pertama saya menseriuskan menghafalkan Al-Qur’an. Di tengah kesibukan, saya harus pandai membagi waktu. Terkadang saya harus murajaah mandiri setelah anak-anak tidur. Terkadang juga saya harus menyambi dengan pekerjaan lainnya agar hafalan tidak hilang. Dengan adanya program Kampung Maffaz ini saya terbantu karena punya waktu khusus bersama Al-Qur’an,” tambahnya.
Keberhasilan Ummu Nawa tidak hanya menunjukkan semangat santri dalam menghafal Al-Qur’an, tetapi juga menjadi bagian dari upaya Program Kampung Maffaz dalam menghadirkan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan santri.
Pengelolaan program yang baik menjadi salah satu faktor pendukung kenyamanan santri dalam belajar. Berbagai kegiatan dan layanan terus diupayakan agar santri dapat mengikuti proses pembelajaran dengan optimal.
“Pembelajaran yang ditawarkan menyenangkan, tepat sasaran, dan sesuai dengan kebutuhan saya,” ungkap Ummu Nawa.
Melalui kegiatan tasmi’ ini, Program Kampung Maffaz berharap semakin banyak masyarakat, khususnya para ibu, yang termotivasi untuk terus belajar dan menghafalkan Al-Qur’an di tengah kesibukan mereka.










