MASKANULHUFFADZ.COM – Program Kampung Maffaz sukses menggelar agenda Tasmi’ Akbar yang berlangsung pada Jumat, 4 September 2026. Program ini merupakan salah satu program unggulan yang diangkat oleh Pesantren Maskanul Huffadz sebagai hasil kolaborasi antara pesantren dan masyarakat sekitar dalam belajar serta menghafalkan Al-Qur’an.
Pada tahun ini, berkat sinergi yang baik antara pesantren dan orang tua, Program Kampung Maffaz berhasil menghantarkan 36 santrinya mengikuti Tasmi’ Akbar. Tahun ini, terdapat dua kategori tasmi’ yang diselenggarakan, yakni tasmi’ 1 juz (Juz 29 atau Juz 30) dan kategori tasmi’ mubtadi (setoran QS. Adh-Dhuha hingga An-Nas). Program Kampung Maffaz memiliki tiga tingkatan, yakni mubtadi (usia 3-8 tahun), mutawasit (8-11 tahun), dan mahir (11-17 tahun).
Sebagai upaya pesantren dalam menyukseskan pembelajaran, rangkaian program ini didesain dengan sangat rapi.
“Jadwal santri disusun dalam beberapa kegiatan. Hafalan rutin ditalaqqikan dan disetorkan pada hari Rabu. Namun, untuk menjaga hafalan santri tetap bertahan, setiap pembelajaran berlangsung, baik Senin, Rabu, maupun Jumat, santri melakukan murajaah secara berjamaah. Kemudian, santri akan diminta untuk menambah hafalannya di rumah yang dibantu oleh orang tua masing-masing,” jelas Ustadzah Ustadzah Lili Yulia Dami selaku Pj. Program Kampung Maffaz.
Pencapaian ini patut diapresiasi. Dengan kesibukan para santri yang harus menyelesaikan pendidikan formal, mereka mampu membagi waktu untuk menghafalkan Al-Qur’an hingga dapat mentasmi’kan hafalan mereka.
Berdasarkan keterangan dari Ustadzah Lili , program ini bersifat fleksibel tanpa ada batas waktu untuk mengikuti pembelajaran. Namun, para santri tetap diberikan target dan mengikuti ujian akhir semester. Setiap tahunnya sebagai dasar untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi.
Lebih lanjut, kegiatan ini bertujuan sebagai alternatif penguatan hafalan, menambah semangat dan pengalaman, serta membangun silaturahmi antara masyarakat dan pesantren. Menariknya, kegiatan Tasmi’ Akbar ini dikemas berbeda dari agenda tasmi’ pada umumnya. Para santri menyetorkan hafalannya langsung di hadapan orang tua sembari berada dalam pengawasan para pembimbing.
Selain hafalan, Program Kampung Maffaz juga menyuguhkan program-program tambahan sebagai pembekalan keterampilan bagi santri.
“Pembelajaran di Kampung Maffaz ini ada tiga pembelajaran dengan jadwal belajar tiga hari per pekan, Senin tahsin, Rabu talaqqi, dan Jumat wawasan keislaman seperti PAI, fikih, hadis, sirah, dan akhlak,” tambah Ustadzah Lili.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini dengan sukses, harapannya Program Kampung Maffaz dapat terus berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar dalam membangun generasi yang dekat dengan Al-Qur’an.










