3 Hari Setelah Lebaran Haji Umat Islam Dilarang Berpuasa, Ini Alasannya

Tidak lama lagi, umat Islam akan menyambut hari raya Idul Adha atau biasa dikenal dengan sebutan lebaran haji. Namun, masih banyak dari kita yang belum mengetahui bahwa 3 hari setelahnya adalah waktu yang dilarang untuk berpuasa. Adapun 3 hari yang dimaksud adalah tanggal 11,12,13 Dzulhijjah, atau disebut sebagai hari Tasyrik.

Penamaan hari Tasyrik (التَّشْرِيْق) ini berasal dari bahasa Arab, yaitu bentuk mashdar dari kata syarroqo (شَرَّقَ) yang bermakna ‘mendendeng’. Seperti yang kita ketahui, bahwa mendendeng adalah salah satu teknik zaman dulu yang dipakai sampai saat ini untuk mengawetkan daging, sehingga dapat disimpan dan dimanfaatkan dalam waktu yang lama, dengan cara mengiris-iris dan menyayat daging kemudian menjemurnya di bawah sinar matahari agar kering. Jadi, hari Tasyriq secara bahasa dapat diartikan sebagai ‘hari pendendengan’.

Umat muslim disunnahkan memperbanyak takbir setelah sholat fardhu di hari-hari Tasyrik. Selain bertujuan untuk mengagungkan asma Allah, takbiran juga merupakan bagian dari amal shalih.

Pada hari Tasyrik ini, para jamaah yang menunaikan ibadah haji, sedang berada di Mina untuk melempar jumrah, sementara untuk yang tidak sedang berhaji, hari Tasyrik menjadi waktu yang dilarang untuk berpuasa.

Setiap umat muslim diwajibkan menikmati makan dan minum pada hari itu, sebagai bentuk syukur atas nikmat yang Allah Swt berikan. Sebagaimana yang disabdakan oleh Rasulullah Saw:

Dari riwayat Abu Hurairah Ra, Rasulullah Saw mengutus Abdullah bin Hudzaifah untuk mengelilingi Kota Mina dan menyampaikan, “Janganlah kamu berpuasa pada hari ini (Tasyrik) karena ia merupakan hari makan, minum, dan berdzikir pada Allah.”

Nah, sahabat Maffaz sekarang sudah tau, kan? Selama hari Tasyrik itu, kita dilarang untuk berpuasa. Nikmati makan dan minum bersama keluarga, tetangga, sahabat, tanpa meninggalkan dzikir, ya. . .

Apapun hidangannya nanti, entah itu rendang, dendeng, sate, gulai, ataupun kari, semoga tidak membuat kita lupa dari rasa syukur kepada Allah. Kalau bicara soal daging, kira-kira sahabat Maffaz mau mengolah dagingnya jadi apa, nih? Hehe..

Posted in Artikel and tagged , , , , .

Leave a Reply

Your email address will not be published.