Belajar Tajwid Saja Belum Cukup! Kenali 7 Istilah Yang Terdapat dalam Al-Qur’an

“Semakin baik bacaan Al-Qur’an kita, maka semakin baik pula ganjaran pahala yang akan kita dapatkan.”

.

Semasa kanak-kanak, mungkin kita pernah belajar mengenai tajwid Al-Qur’an. Membahas tentang hukum nun sukun/tanwin, membahas tentang mad, yang intinya membahas tentang cara membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar.

Setelah kita mempelajarinya, tentu ada timbul sedikit rasa sombong, bukan? Menganggap kita sudah paham dan mampu dalam mempraktikkannya. Padahal, setelah kita mendalami ilmu tajwid tersebut, banyak sekali ilmu-ilmu yang belum kita pahami.

Bukan lagi merasa tinggi hati, melainkan perasaan tawadhu’ yang hadir karena menganggap diri tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan mereka yang telah paham tentang kaidah-kaidah tajwid Al-Qur’an.

Mungkin, panjang mad Al-Quran yang kita baca sudah sesuai dengan aturan ilmu tajwid, atau mungkin, dengung huruf ghunnah yang kita baca sudah sempurna, bahkan dihiasi pula dengan iringan nagham (irama) yang syahdu. MaasyaAllah, betapa indah dan bagusnya bacaan itu.

Tapi, ketika kita memasuki juz-juz bagian atas, seperti surah Yusuf, Hud, Yasin, Al-Kahfi, dan lain-lain. Kita akan mendapati istilah-istilah yang jarang sekali ditemukan dalam Al-Qur’an. Tidak semua orang bisa memahami istilah-istilah ini. Mungkin, hanya dari mereka yang lulusan pesantren atau orang-orang yang memang mempelajarinya.

Nah, untuk Menyempurnakan bacaan yang sudah bagus, ada baiknya jika kita juga mengetahui istilah-istilah dalam Al-Qur’an tersebut, serta cara membacanya. Setelah ini, kita akan membahas dan mempelajarinya bersama-sama.

Istilah-istilah dalam Al-Qur’an ada 7 macam, menurut Imam Hafs An Ashim. Yaitu: Al-Isymam, Imalah, Tashil, Naql, Saktah, Nun Wiqayah, dan Ayat Sajadah.

.

Langsung saja kita bahas. . .

1. Al-Isymam

Al-Isymam adalah satu-satunya istilah yang terdapat dalam Al-Qur’an. Yaitu pada surah Yusuf ayat 11. Al-Isymam dibaca dengan cara menggabungkan kedua bibir seperti mengucapkan huruf waw.

قَالُواْ يَا أَبَانَا مَا لَكَ لاَ تَأْمَنَّا عَلَى يُوسُفَ وَإِنَّا لَهُ لَنَاصِحُونَ

Jika dalam Rasm Ustmani, hanya diberi tanda bentuk ketupat kecil di antara huruf mim dan nun.

2. Imalah

Imalah adalah istilah yang terdapat dalam Al-Qur’an surah Hud ayat 41. Istilah ini pun hanya ada satu di dalam Al-Qur’an. Cara membacanya yaitu fathah miring ke kasroh, seperti mengucapkan lafadz “E”.

وَقَالَ ارْكَبُوْا فِيْهَا بِسْمِ اللهِ مَجْرٰ امالة ىهَا وَمُرْسَاهَا

Jadi, membacanya bukan “majroha” tetapi “majreha.”

3. Tashil 

Tashil adalah istilah yang dibaca dengan cara hamzah kedua dibaca pertengahan antara hamzah dan alif. Istilah ini terdapat dalam Al-Qur’an surah Fusshilat ayat 44.

وَلَوْ جَعَلْنٰهُ قُرْءَانًا أَعْجَمِيًّا لَّقَالُوا لَوْلَا فُصِّلَتْ اٰيٰتُهُ ءَاَعْجَمِىٌّ وَعَرَبِىٌّ

Menurut riwayat imam hafs, istilah tashil ini terdapat beberapa di dalam Al-Qur’an yang jarang diketahui oleh banyak orang.

(wallahua’lam)

4. Naql

Naql adalah sebutan istilah untuk ayat yang terdapat dalam Al-Qur’an surah Al-Hujurat ayat 11. Cara membacanya yaitu dengan memindahkan hamzah pada harakat sebelumnya.

وَلَا تَنَابَزُوا بِالْأَلْقَابِ بِئْسَ الِاسْمُ الْفُسُوقُ بَعْدَ الْإِيمَانِ. . .

Membacanya, “bi’ salismu. . . “

5. Saktah

Saktah adalah istilah untuk berhenti (waqaf) sebentar tanpa bernapas. Ada beberapa surah yang terdapat saktah di dalamnya. Istilah ini ditandai dengan huruf س kecil diatas ayat tersebut. Contohnya adalah QS. Yasin ayat 52:

 قَالُوا يَا وَيْلَنَا مَنْ بَعَثَنَا مِنْ مَرْقَدِنَا ۜ ۗ هَٰذَا مَا وَعَدَ الرَّحْمَٰنُ وَصَدَقَ الْمُرْسَلُونَ

Membacanya berhenti sejenak tanpa bernapas selama panjang 2 harakat.

6. Nun Wiqayah

Nun Wiqayah adalah nun yang dibaca untuk menjaga agar tanwin tidak hilang.

Nun ini banyak terdapat dalam Al-Qur’an. Istilah ini biasa ditandai dengan hurufن kecil di bagian bawah.

حَتّٰۤى اِذَاۤ اَتَيَاۤ اَهۡلَ قَرۡيَةِ  ۨاسۡتَطۡعَمَاۤ

Membacanya “Qaryatinistath. . . “

7. Ayat Sajadah

Ayat sajadah adalah ayat yang ketika sedang membaca atau mendengarnya diperintahkan untuk sujud. Ayat ini terdapat dalam 15 tempat dalam Al-Qur’an. Biasanya ditandai pada bagian akhir ayat. Salah satu contohnya adalah surah As-sajadah ayat 15.

إِنَّمَا يُؤْمِنُ بِآيَاتِنَا الَّذِينَ إِذَا ذُكِّرُوا بِهَا خَرُّوا سُجَّدًا وَسَبَّحُوا بِحَمْدِ رَبِّهِمْ وَهُمْ لَا يَسْتَكْبِرُونَ

Setelah membaca ayat tersebut, kita diperintahkan untuk sujud tilawah. Dengan membaca :

سَجَدَ وَجْهِى لِلَّذِى خَلَقَهُ وَصَوَّرَهُ وَشَقَّ سَمْعَهُ وَبَصَرَهُ بِحَوْلِهِ وَقُوَّتِهِ تَبَارَكَ اللَّهُ أَحْسَنُ الْخَالِقِينَ

Artinya: “Wajahku bersujud kepada Dzat yang menciptakannya, yang membentuknya, dan yang memberi pendengaran dan penglihatan, Maha berkah Allah sebaik-baiknya pencipta,” (HR. Ahmad, Abu Dawud, Hakim, Tirmidzi, dan Nsa’i)

Eits, ingat kita perlu berguru ya, selain mempelajari teori, ada baiknya kita juga harus mempelajari praktiknya melalui guru-guru kita agar lebih akurat dan tidak salah arah.

Wallahu a’lam bisshoab.

Posted in Artikel and tagged , , , , , , , , , .

Leave a Reply

Your email address will not be published.