Berkunjung Ke Maskanul Huffadz, Buya Yahya: Tidak Semua Orang Tua Dikaruniai Anak Seperti Kalian!

MASKANULHUFFADZ.com – Buya Yahya bersama rombongan berkunjung ke Pesantren Tahfidz Maskanul Huffadz, menjalin silaturrahim sekaligus sharing bersama para santri untuk yang pertama kalinya pada Kamis siang, 11 Agustus 2022.

Bulan Mei yang lalu, Umma Oki Setiana Dewi beserta rombongan Maskanul Huffadz juga sempat mengunjungi Pesantren Al-Bahjah yang dibina langsung oleh Buya Yahya, berlokasi di Cirebon, Jawa Barat. Alhamdulillah, kali ini giliran Buya yang rela meluangkan waktunya untuk bersilaturrahim.

Dengan ciri khas tongkat, sarung, dan surban yang beliau pakai, kedatangan Buya disambut hangat oleh para santri dan pengurus Maskanul Huffadz. Namun, dari beberapa orang yang ikut mendampingi beliau, terlihat satu sosok yang tidak asing, ia dikenal sebagai pendakwah muda di media sosial Tiktok, pria kelahiran Madura yang berwajah mirip seperti orang Arab. Ya, Husein Basyaiban atau biasa disapa dengan panggilan Basyasman.

Pada kesempatan itu pun Umma Oki bersama suami juga turut hadir. Dalam sambutannya Umma menyampaikan, bahwa beliau sangat merasa senang dan terhormat atas kehadiran Buya yang telah lama dinanti-nanti di Pesantrren Tahfidz Maskanul Huffadz. Tak henti-hentinya mengucap syukur, Umma berharap dengan waktu yang hanya sebentar itu Buya dapat memberikan nasihat mutiaranya kepada para santri dan pengurus.

Sebagaimana layaknya seorang ayah kepada anaknya, seperti itulah Buya menyampaikan tausiyahnya kepada para santri. Dalam nasihatnya, buya mengingatkan untuk memperbanyak rasa syukur kepada Allah. Karena, tidak semua orang tua dikaruniai anak yang shalih, tidak semua orang tua memiliki anak yang mau menghafal Al-Qur’an, tidak semua orang tua bisa merasakan kebahagiaan ini.

Buya juga menyampaikan tentang kiat-kiat sukses dalam menuntut ilmu. Menurut pandangan Buya, menuntut ilmu tidaklah susah. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan bagi seorang penuntut ilmu, di antaranya ialah Mahabbah, Adab/Tata Krama, dan yang terakhir adalah Khidmat. Karena, ketiga komponen inilah yang akan mendukung seorang pelajar sukses dalam menuntut ilmu.

Setelah menyampaikan beberapa nasihat, Buya membuka kesempatan kepada para santri dan pengurus untuk bertanya. Terakhir, Buya mengingatkan kembali bahwa “menuntut ilmu tidaklah susah, otak kita saja yang sok/sombong.”

 

Posted in Artikel, Kegiatan and tagged , , , , , , , , , , .

Leave a Reply

Your email address will not be published.