Deep Banget! Nasihat Ibrahim Elhaq untuk Penghafal Al-Qur’an

Masih dalam rangkaian Kanfaz (Kajian Maffaz) edisi Sabtu 22 Januari 2021 yang mengangkat tema Rahasia Kenikmatan Menghafal Al-Qur’an. Setelah menjawab pertanyaan dari Maffaz Ikhwan Cimanggis, qari yang akrab disapa Boim ini  memberikan nasihat sekaligus tips untuk menjaga hafalan yang penulis rangkum sebagai berikut.

  1. Murojaah dan ziyadah tetap berjalan

Kesalahan kebanyakan penghafal Al-Qur’an adalah hanya fokus pada salah satu. Apabila dia hanya fokus ziyadah, hafalan lama terbengkalai. Namun apabila hanya fokus murajaah dan hafalannya sengaja tidak ditambah, seseorang akan menggampangkan hafalannya dan lambat laun akan kendor juga murajaahnya.

Menurut Ibrahim Elhaq, keduanya bisa difokuskan di waktu yang berbeda. Sehingga dalam sehari ada dua waktu bersama Al-Qur’an. Satu waktu untuk khusus murajaah dan satu waktu lagi khusus ziyadah.

Bukan menargetkan jumlah halaman/juz, melainkan konsistensi dalam menjaga durasi waktu. Misal, waktu ziyadah adalah 45 menit bakda subuh. Berapapun yang dapat dihafal selama 45 menit tersebut harus disyukuri. Begitu juga dengan murajaah, lancar atau tidak, syukuri. Sebab, menghabiskan waktu bersama Al-Qur’an sudah merupakan kenikmatan yang luar biasa.

  1. Sibuklah menilai diri sendiri

Tidak jarang terdengar komentar semacam, “Kok penghafal Al-Qur’an begitu akhlaknya?”. Komentar ini bisa bernilai teguran jika keluar dari lisan mereka yang tidak menghafal. Walaupun sebenarnya penghafal Al-Qur’an juga manusia biasa, namun mereka memang dituntut untuk mencerminkan kemuliaan Al-Qur’an melalui akhlak mereka.

Salah satunya adalah dengan menjaga pikiran dan lisan. Jangan sampai komentar yang sama keluar dari lisan penghafal Al-Qur’an untuk menghakimi sesama penghafal. Jika berniat untuk saling mengingatkan, alangkah baiknya disampaikan langsung.

Namun, yang bahaya dari komentar ini adalah adanya ujub atau merasa lebih baik dari orang lain. Selain itu komentar ini juga akan melahirkan prasangka-prasangka buruk lainnya. Kalau sudah demikian, seseorang akan lebih sibuk menilai dan menghakimi orang lain. Padahal dirinya sendiri perlu dibenahi.

Salah satu cara agar tidak sempat menilai orang lain adalah dengan fokus pada nasihat yang pertama. Maksimalkan waktu yang dimiliki dengan meningkatkan hafalan baik kualitas maupun kuantitas. Selain itu, tadabburi dan amalkan setiap ayat secara perlahan-lahan. (25/01/22)

Posted in Artikel and tagged , , , , , .

Leave a Reply

Your email address will not be published.