Penting untuk Dibaca: Pembagian Puasa Beserta Adab-Adabnya

Menjelang bulan suci Ramadhan yang penuh berkah, penulis ingin membagikan rahasia-rahasia dan adab-adab puasa untuk sahabat Maffaz semua. Tulisan ini, penulis kutip dari kitab Minhajul Qashidin pada Bab 4, di halaman yang ke 73.

Sahabat Maffaz sudah tau, belum? Dalam kitab tersebut disebutkan bahwa puasa itu mempunyai tiga tingkatan, yaitu: Puasa umum, puasa khusus, dan puasa khusus dari yang khusus.

Apa perbedaannya?

Puasa umum adalah menahan perut dan kelamin dari memenuhi hawa nafsunya. Kalau puasa khusus, adalah menahan pandangan, lisan, tangan, kaki, pendengaran, dan anggota badan lainnya dari dosa-dosa.

Sedangkan puasa khusus dari yang khusus adalah puasa hati dari keinginan yang rendah, pikiran yang menjauhkan dari Allah, menahannya dari selain Allah secara total (Puasa ini memerlukan penjelasan dari guru yang lebih paham lagi).

Adapun adab-adab puasa khusus adalah menundukkan pandangan dan menjaga lisan dari mengucapkan kata-kata yang menyakiti, berupa kata-kata yang haram, makruh, ataupun kata-kata yang tidak bermanfaat serta menjaga anggota tubuh lainnya.

Dalam hadist yang diriwayatkan oleh Imam Bukhori, No. 1903, Rasulullah Saw bersabda:

مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّورِ وَالْعَمَلَ بِهِ فَلَيْسَ لِلَّهِ حَاجَةٌ فِى أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ

“Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan melakukannya, maka Allah tidak memerlukan dia meninggalkan makanan dan minumannya.”

(Maksud hadist tersebut adalah, bahwa Allah tidak memedulikan amal perbuatannya dan tidak melihatnya, sebab ia menahan diri dari apa yang dibolehkan di selain waktu puasa dan tidak menahan diri dari apa yang diharamkan di semua waktu).

Selain adab yang disebutkan di atas, ada beberapa adab lainnya, seperti tidak mengisi perut dengan makanan di malam hari. Sebaliknya, hanya makan sebatas kebutuhan saja. Karena, jika di awal malam sudah kenyang, maka orang yang bersangkutan tidak mengambil manfaat di sisa malamnya.

Demikian pula jika kita sudah terlanjur kenyang di saat sahur, dikhawatirkan jika kita tidak bisa mengambil manfaat dari waktunya sampai menjelang dzuhur. Banyaknya makan juga dapat mengundang kemalasan dan menjadikan badan terasa berat.

Wallahu a’lam bisshoab. . .

Posted in Artikel and tagged , , , , , .

Leave a Reply

Your email address will not be published.