Perintah ‘Jalan-Jalan’ dalam Al-Qur’an dan 5 Manfaatnya Menurut Imam Syafi’i

“Dialah yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebahagian dari rezeki-Nya. Dan hanya kepada-Nya-lah kamu (kembali setelah) dibangkitkan.”
(Al-Mulk: 15)

Mayoritas santri dan pengurus Maskanul Huffadz adalah anak rantau. Setelah setahun jauh dari keluarga dan kampung halaman, sebelum menikmati liburan beberapa pekan, rihlah sudah menjadi agenda akhir tahun yang tidak ingin mereka lewatkan.

Di waktu yang bersamaan, Maffaz Padang, Maffaz Ikhwan, dan Maffaz Jambi melaksanakan rihlah di 3 lokasi berbeda sesuai kesepakatan bersama. Tentu cerita dan pelajaran yang mereka dapatkan sepanjang perjalanan sangat beragam. Namun ketiganya sama-sama tidak dilakukan untuk bersenang-senang semata.

Ulama bernama asli Muhammad bin Idris atau yang kita kenal sebagai Imam Syafi’i mengarang kitab berisi kumpulan syair-syair renungan dan hikmah yang dinamakan Diwan asy Syafi’i. Di dalam kitab tersebut, beliau menuliskan bahwa rihlah atau safar memiliki 5 manfaat sebagai berikut:

1. Hilangnya Kesusahan

Terlalu lama berdiam di satu wilayah dengan rutinitas monoton membuat kita bosan dan kehilangan gairah. Pekerjaan yang sebenarnya mudah bisa jadi beban ketika pikiran kita terganggu dan kesehatan tubuh yang kurang terjaga. Nah, kegundahan ini dapat diatasi dengan meluangkan waktu untuk jalan-jalan.  Insyaalllah, begitu pulang lenyaplah segala kesusahan.

2. Mendapatkan Penghidupan

Merantau untuk menghafal Al-Quran adalah upaya menghidupkan hati. Begitupun para pencari nafkah. Ketika kebutuhan kita tidah terpenuhi di suatu wilayah maka jangan menyerah dan merantaulah. Bumi allah luas dan Allah Sebaik-baik Pemberi Rezeki.

3. Bertambah Ilmu

Semua tempat sejatinya adalah sekolah dan semua orang baru yang kita temui adalah guru. Ketika berkelana, jadilah murid yang haus akan ilmu. Renungi ciptaan Allah yang kita temui karena alam ini juga merupakan ayat-ayat Allah. Dengan bertambahnya ilmu insyallah bertambah pula derajat kita di sisi Allah.

4. Belajar Tata Krama

Sebagaimana firman Allah dalam QS. Al-Hujurat ayat 13 bahwa manusia diciptakan bersuku-suku dan berbangsa bangsa dengan tujuan agar saling mengenal. Setiap daerah memiliki budaya yang berbeda. Dengan mengenalinya kita dapat mengadopsi atau sekadar mengapresiasi nilai-nilai yang terkandung.

5. Bertambah Kawan

Selain mengenal budaya tentu kita mengenal masyarakatnya. Bukankah seru jika kita memiliki kawan dari berbagai daerah dan negara? Selain itu, kita juga bisa saling bertukar cerita dengan teman selama perjalanan. Dengan pertemanan yang luas, maka insyaallah rezeki pun mengalir deras. 🙂

 

Nah, dari perantauan atau jalan-jalan yang baru-baru ini kamu lakukan, manfaat mana yang paling kamu rasakan?

Posted in Artikel and tagged , , , , , , , , .

Leave a Reply

Your email address will not be published.