Pesantren Oki Setiana Dewi Kedatangan 4 Penulis Ternama Nasional, Siapa Saja?

Oki Setiana Dewi, yang akrab disapa Umma oleh santrinya, mengisi kajian bakda tarawih di Pesantren Tahfidz Maskanul Huffadz pada malam pertama Ramadan. Pimpinan pesantren tahfidz yang berdiri sejak tahun 2016 tersebut mengumumkan sederet nama tokoh publik yang dijadwalkan mengisi kajian pada malam-malam selanjutnya. Tiga di antaranya adalah penulis best seller senior ternama Indonesia.
Diawali dengan kehadiran kakak beradik, Helvy Tiana Rosa dan Asma Nadia pada malam ke-18 Ramadan. Menggantikan Ustadzah Oki yang sedang di Lombok dalam agenda safari dakwah, Ustadzah Ayu Lestari, S.Hum., Al-Hafidzah memberikan kata sambutan.
Ustadzah Ayu menyampaikan bahwa jamaah yang berkumpul malam itu merupakan santri cabang se-jabodetabek yang tiba di pusat pada Senin, 18 April 2022. Diantaranya Maffaz Akhwat Pamijahan, Maffaz Akhwat Cijeruk, dan Maffaz Ikhwan Depok yang sudah bergabung sepekan sebelumnya.
IMG_20220423_172632.jpg
Helvy Tiana Rosa dan Asma Nadia mengajak santri Maskanul Huffadz menjadikan potensi sebagai sarana berdakwah
Dengan demikian semakin banyak santri yang termotivasi untuk menggeluti bidang kepenulisan sebagai sarana untuk mendakwahkan nilai-nilai Al-Qur’an yang mereka hafalkan.
“Buat saya menulis itu dalam rangka beribadah kepada Allah,” kata Helvy Tiana Rosa setelah menceritakan perjalanannya menemukan Islam sebagai misi dalam tulisannya. Penulis novel Ketika Mas Gagah Pergi itu mengajak para santri untuk mensyukuri potensi dengan menghasilkan karya yang bermanfaat untuk orang banyak di dunia dan menjadi bekal di akhirat.
Melengkapi kakaknya, Asma Nadia menceritakan perjuangannya mewujudkan mimpi. Selain kemiskinan yang membuat kakak beradik ini tidak mampu membeli buku dan sering diusir dari tempat penyewaan, penulis Assalamu’alaikum Beijing ini juga diuji dengan berbagai penyakit. “Dan sakit tidak menghalangi untuk dakwah insyaallah,” tutur beliau sembari meminta doa kepada para santri.

“Kalau mimpi tidak berbayar, kenapa takut untuk bermimpi besar.” -Asma Nadia

Pada malam berikutnya, kajian bakda tarawih diisi oleh penulis lulusan Universitas Al-Azhar Kairo, Habiburrahman El Shirazy. Ustadzah Oki yang baru mendarat dari Lombok langsung hadir untuk memberikan sambutan.
IMG_20220423_172654.jpg
Habiburrahman El Shirazy menjelaskan kemukjizatan bahasa Al-Quran dan perkataan ulama
Penulis yang akrab disapa Kang Abik tersebut tidak datang sendiri. Di waktu yang sama turut hadir Melly Gueslaw dan alumni Universitas Al-Azhar Mesir yang juga terlibat dalam pembuatan film Ketika Cinta Bertasbih belasan tahun lalu.
“Maskanul Huffadz ini bisa ada sampai hari ini dan mudah-mudahan seterusnya salah satunya adalah karena adanya peran Kang abik dalam kehidupan Umma,” ujar Ustadzah Oki ketika menceritakan awal kesuksesan beliau dalam dunia akting.
Dalam kunjungan tersebut, Kang Abik menulis pesan untuk seluruh santri dan pengurus Maskanul Huffadz, “Jaga keikhlasan, istiqomah, dan jiwai Al-Quran.”
Sementara penulis keempat yang mengunjungi Maskanul Hufffadz ialah Ippho Santosa. Beliau dan istri beserta mitranya merupakan donatur Maskanul Huffadz. Beliau juga menjadi orang tua asuh bagi sejumlah santri yang sedang menghafal ataupun mengabdi di pesantren ini.
IMG_20220423_173234.jpg
Penyerahan merchandise dari Maskanul Huffadz oleh Oki Setiana Dewi kepada Ippho Santosa dan istri
Berbeda dengan tiga penulis lainnya yang mengisi bakda tarawih, motivator dengan penjualan buku melebihi 1 juta eksamplar ini memberikan materinya menjelang berbuka pada Jum’at, 22 April 2022. Selain dalam rangka silaturahmi, materi dari beliau merupakan rangkaian acara bukber sekaligus penyaluran perhimpunan donasi dari tim PSBB (Pasukan Semangat Bantu Bangsa) kepada Maskanul Huffadz. Dalam kesempatan tersebut, Cupink Topan yang turut hadir mengumandangkan adzan maghrib dengan suara beliau yang merdu.
Kunjungan keempat penulis hebat tanah air ini menambah semangat santri dan pengurus yang memiliki minat dan bakat dalam menulis. Sebelumnya, sebanyak 20 alumni Maskanul Huffadz telah mengabadikan perjuangan mereka menghafal 30 juz dalam sebuah buku yang diberi judul Menuju Cahaya Allah.
Saat ini, sebanyak 30 alumni bergabung dalam grup penulis untuk menggarap buku kedua. Harapannya di pesantren ini kelak lahir penulis-penulis hebat yang meneruskan perjuangan dakwah para penulis senior Indonesia.***
Posted in Artikel, Kegiatan and tagged , , , , , .

Leave a Reply

Your email address will not be published.