Setiap Orang Punya Utang Pengasuhan?

“Karakter adalah sesuatu yang lebih berarti bagi peradaban dunia dari pada kebijaksanaan.”

-Henry Louis Mencken

.

Kalau membahas tentang pengasuhan, biasanya menyinggung tentang orang tua, bukan?

Karena setiap anak, tidak akan lahir ke dunia tanpa rahim seorang ibu, dari seorang ibu pula pendidikan dan pengasuhan pertama kali didapatkan. Itulah alasan mengapa pentingnya pengasuhan yang optimal bagi seorang anak.

Karena pengasuhan atau pendidikan karakter pertama yang ia dapat, akan menentukan bagaimana sikapnya terhadap orang lain, juga berpengaruh pada bagaimana ia diperlakukan oleh dunia.

Menurut ilmu psikologi, masa cocok tanam karakter pada anak adalah dimulai dari usianya 0 sampai 15 tahun, dan maksimal pada usia 18 tahun. Di sinilah waktu terbaik untuk mengasuh apa-apa saja karakter baik yang akan ditanamkan dalam dirinya.

Karakter yang paling penting untuk diasah dalam pengasuhan meliputi 3 hal, diantaranya ialah: Tanggung jawab, empati/control diri, suara hati.

Jika anak sudah tertanam 3 hal ini di dalam dirinya, maka mudah baginya untuk bersikap baik (akhlaqul karimah) secara otomatis. Seperti, bersikap adil, sopan santun, sabar, jujur, mau menolong orang lain, percaya diri, toleransi, dan sikap baik lainnya.

Nah, sedangkan maksud dari judul di atas, tentang setiap kita memiliki utang pengasuhan adalah benar. Secara terang-terangan, hal ini merupakan bukti bahwa kita adalah makhluk yang jauh dari kata sempurna.

Ada orang yang unggul dalam karakternya yang jujur tapi kurang peka dalam hal peduli. Ada juga yang memiliki sikap sabar menghadapi segala hal, tapi bermasalah dalam hal kedisiplinan.

Sebagai manusia yang tidak sempurna, kekurangan diri adalah hal yang wajar. Kita tidak perlu menyalahkan seseorang karena kekurangannya, karena mungkin ia sendiri pun tidak benar-benar menginginkannya.

Eits. . . Kurangnya pengasuhan orang tua bukan menjadi alasan untuk bersikap pasrah. Berarti, ada karakter yang harus kita bangun, ada sikap yang perlu kita perbaiki, dan waktunya belum terlambat.

Bagaimana caranya?

  1. Periksa hubungan spiritual
  • Tersambung
  • Terhubung
  • Tergantung

Kita sering lupa memperbaiki hubungan antara kita dengan sang pencipta. Padahal, segala sesuatunya tidak akan terjadi tanpa seizin dari-Nya. Mulailah dengan memperbaiki shalat kita, hubungkan segala sesuatunya kepada Allah, dan gantungkan semua harapan hanya kepada Allah.

Dengan begitu, Allah sendiri yang akan memperbaiki diri kita dan memperbaiki hubungan antara kita dengan manusia lainnya.

  1. Pahami dan kenali diri sendiri

Untuk membangun karakter pada sesi ini pun ada 3 tahap yang harus kita lewati, yakni:

  • Periksa utang/luka pengasuhan
  • Bayar utang/luka pengasuhan
  • Cari sahabat/lingkungan yang mendukung

Sampai kapan pun kita tidak akan bisa memperbaiki atau membangun karakter jika kita belum bisa jujur kepada diri kita sendiri. Cobalah untuk menginstrospeksi diri, sikap kita yang manakah yang membuat orang lain kesal, atau bahkan merasa terdzolimi atas sikap kita yang tidak mengenakkan.

Temukan sahabat dan lingkungan yang bisa mendukung kita untuk membangun karakter yang lebih baik lagi.

  1. Tanamkan Karakter
  • Knowing
  • Feeling
  • Action

Walau 15 tahun adalah batas usia pengasuhan yang baik bagi anak, tentu tidak ada kata terlambat bagi kita yang mungkin sudah berusia di atas 15 tahun. Karena terlambat tidak terlalu buruk dari pada tidak mencoba sama sekali.

Proses menuju perubahan adalah hal yang tidak mudah, butuh latihan yang berulang-ulang dan niat serta tekad yang kuat untuk membangun karakter. Jadi, utang pengasuhan masih bisa dibayar lunas selama kita mau untuk membayarnya. Pelajari dampak negative dan positif yang akan kita dapatkan kedepannya.

Tidak perlu mengkambing hitamkan siapapun, yang dibutuhkan saat ini adalah kesadaran kita untuk terus memperbaiki. Jika kita sibuk menyalahkan keadaan, maka diri kita tidak akan pernah berkembang. Mengakui-menyadari-mengobati-membayar utang pengasuhan-dan menjaga karakter baik yang sudah tertanam dalam diri kita.

Semangat membangun karakter, semoga bermanfaat.

Posted in Artikel and tagged , , , , .

Leave a Reply

Your email address will not be published.