Untuk Almarhum Ayah dan Ibu, Karia Winanda Menyelesaikan Setoran Hafalan 30 Juz

“Semangat berusaha dan jangan lalai sama waktu,” ungkap santri yang biasa disapa Karia, ketika ditanya kunci menghafal. Walaupun lulusan pesantren modern, sebelum masuk Maskanul Huffadz Medan, Karia belum pernah menghafal. Namun dengan izin Allah, beliau berhasil menyelesaikan program setoran dalam waktu 4 bulan.

Program setoran berjalan dengan metode dauroh. Namun, agar hafalan lebih melekat, para santri diwajibkan tasmi’ akumulasi setiap hari Sabtu.

Santri berusia 19 tahun ini berasal dari Padangsidimpuan. Beliau merupakan anak bungsu dari 3 bersaudara. Ayahnya meninggal dunia saat Karia duduk di kelas 5 SD. Kemudian, saat Idul Fitri 2021 kemarin, ibunya pun menyusul. Keduanya dahulu menafkahi keluarga dengan berjualan kelapa.

Alhamdulillah bersama kesulitan pasti ada kemudahan. Allah membukakan jalan bagi hamba-Nya yang ingin berjuang menghafal kalam-Nya. Karia sendiri tergerak untuk menghafal karena motivasi dari gurunya ketika di pesantren modern dulu.

Berkat dukungan teman-teman di Maskanul Huffadz, Karia dapat menjaga semangatnya dalam menghafal. Ustadzah Santika selaku musyrifah yang menerima setorannya juga berpesan, meskipun tidak ada orang tua, Karia punya guru sebagai tempatnya untuk bercerita.

Saat ini Karia berusaha untuk lebih fokus dalam murajaah. Beliau sendiri ingin berkuliah di Mesir dan bercita-cita menjadi dosen tafsir. Insyaallah bersama Al-Qur’an Allah mudahkan semua hajatnya. Sebagaimana dikatakan dalam hadits:

عَن اَبٍي سَعيدٍ رَضَي اللٌهُ عَنهٌ قَالَ:قَالَ رَسُولُ اللٌه صَلٌى اللٌه عَلَيهٍ وَسَلٌمَ يَقُولُ الرَبُ تَبَاَركَ وَتَعَالى مَن شَغَلَهُ الُقرُانُ عَن ذَكرِي وَمَسْئلَتيِ اَعطَيتُه اَفضَلَ مَا اُعطِي السْاَئِلينً وَفَضلُ كَلآمِ اللٌه عَلى سَائِرِ الكَلآمِ كَفَضلِ اللٌه عَلى خَلقِه (رواه الترمذي والدارمي والبيهقي في الشعب ).

Dari Abu Sa’id r.a. berkata, Rasulullah saw. Bersabda, “Allah berfirman, ‘barang siapa yang disibukan oleh al Qur’an daripada berdzikir kepada-Ku dan memohon kepada-Ku, maka Aku berikan kepadanya sesuatu yang lebih utama daripada yang Aku berikan kepada orang-orang yang memohon kepada-Ku dan keutamaan kalam Allah diatas seluruh perkataan adalah seumpama keutamaan Allah atas makhluk-Nya.” (HR. Tirmidzi, Darami, dan Baihaqi)

Ikuti Info PSB Maffaz di sini.

Dari kisah Karia Winanda, pelajaran apa yang bisa kamu petik?

Posted in Kegiatan and tagged , , , , .

Leave a Reply

Your email address will not be published.