MASKANULHUFFADZ.COM – Memasuki sepuluh tahun usianya, Maskanul Huffadz semakin kreatif dan berinovasi dalam memberikan peran pada ummat. Kini, dakwah Al-Qur’an mulai dikembangkan dalam ranah intertaint. Bertepatan pada 5 April 2026, Maskanul Huffadz berhasil menyukseskan pernikahan mewah dan syar’i pasangan Hizbil dan Yustika, salah satu pengurus Maskanul Huffadz.
Menariknya lagi, WO ini mengangkat nama Mahabbah. Nama yang familiyar dalam pernikahan. Namun di balik itu, filosofi penamaan ini dilatar belakangi dari nilai dasar pertama pesantren yakni, Mahabbah, Amal Shaleh, Fokus, Fathonah, Amanah, dan Sinergi (Maffaz).
Harapannya nama ini menjadi doa, bahwa pernikahan yang dilangsungkan bukan sekedar cinta. Namun juga dilandasi keikhlasan, mengarahkan pada kebaikan dan keberkahan, serta menghubungkan dua insan dalam menjemput ridho Allah.
Lebih lanjut, kepiawaian tim WO dalam mengelola pesta membuat para undangan tertegun dan mengundang ribuan pujian. Gedung aula Maryam Maskanul Huffadz Bintaro berhasil disulap dengan pelaminan yang indah, serta dipadukan dengan lampu-lampu kerlip, ratusan kursi putih, dan tenda pernikahan yang begitu rapi.
“Kami menetapkan konsep inti yang bernuansa islami dan syar’i, dengan menjadikan nilai-nilai Al-Qur’an sebagai dasar utama. Dari situ, kami menyusun alur acara yang berbasis nilai qur’ani, sehingga rundown yang dibuat memang berbeda dari wedding pada umumnya. Dalam pelaksanaannya, kami juga sangat selektif memilih vendor yang sejalan dengan nilai Maffaz. Selain itu, kami melibatkan pengurus dan santri untuk ikut mengisi acara, sehingga Mahabbah Wedding ini punya ciri khas yang kuat, bukan sekadar konsep, tapi juga menjadi bentuk dakwah nyata. Untuk menjaga konsep tersebut, kami mengatur interaksi tamu, seperti pemisahan area ikhwan dan akhwat. Sebelumnya, kami juga memberikan edukasi kepada klien bahwa Mahabbah Wedding bukan hanya acara, tapi bagian dari ibadah. Terakhir, semua kami kemas secara profesional, agar setiap bagiannya tetap syar’i namun tetap indah dan berkelas,” jelas Ustadz Muammar selaku ketua pelaksana acara.
Kehadiran Mahabbah Wedding Organizer (WO), merupakan bukti kesungguhan pesantren dalam memberdayakan pengurus dan santrinya untuk berkarya. Pesantren selalu memberikan wadah, salah satunya dengan menyalurkan bakat mereka dengan menghadirkan WO yang lengkap dengan jasa, seperti MC, Qori/ah, Hadroh, Nasyid, Penceramah dan Jasa pendukung lainnya.

Spesialnya, Mahabbah Wedding Organizer (WO) didesain untuk menghadirkan pernikahan yang berlandasakan syari’ah. Panitia mengemas acara dengan totalitas seperti memisahkan undangan laki-laki dan perempuan, tamu undangan berbusana syar’i, mengontrol acara akad dan resepsi dengan khidmat. Sehingga dengan konsep yang diberikan ini, acara pernikahan menjadi semakin sakral dan berkesan.
Dengan hadirnya WO ini harapannya menjadi wasilah bagi Maskanul Huffadz dalam mendakwah nilai-nilai Al-Qur’an berkemaskan intertaint. Sehingga dakwah Al-Qur’an tidak terbatas di mimbar tapi juga masuk dalam kehidupan khalayak ramai.










