MASKANULHUFFADZ.COM – Tidak terasa perjuangan pembuktian cinta ini telah berusia 10 tahun. Perjuangan yang kami mulai dari tahun 2016. Seperti mimpi, perjuangan yang hanya bermodalkan tekad dan keinginan mempunyai circle positif kini bertransformasi menjadi cita-cita nyata yang harus diperjuangkan.

Tidak terbayangkan sebelumnya, di usia sekarang kami bisa hidup bersama ratusan para penghafal Al-Qur’an. Orang-orang pilihan yang hati dan pikirannya senantiasa terpaut dengan Al-Qur’an. Aktivitas hariannya dihabiskan dengan Al-Qur’an dari pagi hingga malam dan pagi lagi.

perjuangan lembaga 10 dekadeSungguh sangat membahagiakan rasanya, dalam hidup ini kami pernah menggoreskan sejarah menjadi bagian dari mereka para pejuang Al-Qur’an.

“Perjalanan ini lahir dari keinginan sahabat kami, Umma Oki Setiana Dewi agar keluarganya dapat belajar dan menghafalkan Al-Qur’an. Dari lingkar kecil penuh kehangatan itulah, akhirnya halaqah Qur’an itu kami sulap menjadi sebuah Rumah Qur’an sederhana yang kini melahirkan ribuan alumni,” tutur Ummi Della Ardhila Sofia, S.Pd.I., M.Ag., selaku co-founder Maskanul Huffadz.

Hari ini hasil perjuangan itu sedikit demi sedikit kami rasakan. Bangunan berdiri kokoh, jumlah santri terus bertambah, dan alumni tersebar di berbagai penjuru negeri, bahkan hingga mancanegara. Namun, bagi kami, esensi lembaga ini tidak pernah berubah.

“Lembaga ini bukan sekedar menghasilkan para penghafal Al-Qur’an yang menyelesaikan 30 juznya. Namun, dari lembaga ini kami ingin melahirkan para hafidz yang selalu istiqomah dengan Al-Qur’an dimanapun mereka berada. Dan tentunya mereka memberi kebermanfaatan bagi ummat dengan profesinya masing-masing,” tambah Ummi Della.

Sepuluh tahun usia Maskanul Huffadz bukan sekedar mengenang sejarah perjuangan, tetapi mengenalkan kembali nilai-nilai dasar yang menjadi pondasi perjuangan lembaga. Perjuangan ini tentunya tidak akan selamanya kami bersamai, oleh karena itu kami ingin untuk regenerasi mereka paham bahwa perjuangan ini bukan untuk kepuasan nafsu dan capaian dunia sahaja. Tetapi, perjuangan ini berlandaskan cinta untuk membumikan kalamullah.

Lembaga ini butuh regenerasi yang istiqomah dengan Al-Qur’annya. Performa yang bagus tidak cukup untuk menguatkan pondasi perjuangan ini. Sangat banyak tantangan di masa depan, maka ketaatan pada Allah adalah kunci yang dapat menghidupkan lembaga ini,” tutup Ummi Della dalam wawancaranya.

Di tengah semangat perjuangan dan kebahagiaan merayakan satu dekade perjuangan ini, nilai utama yang ditekankan dari co-founder Ummi Della Ardhila Sofia yakni di atas cinta dan dakwah lembaga ini dibangun dan bertumbuh. Maka keduanya tak boleh dibiarkan pudar, apalagi ternoda oleh jarak dari ketaatan yang semestinya menjadi penjaga utama.

Leave a Reply