MASKANULHUFFADZ.COM – Sepuluh tahun usia Maskanul Huffadz bukanlah waktu singkat. Banyak perjuangan dan pengorbanan di dalamnya, ada air mata, harapan, dan doa. Bagi kami, ini adalah bukti cinta, meskipun dihadapkan dengan tantangan tetapi kami merasa bahagia menjalankannya.
Pesantren ini lahir bukan dari kemapanan, melainkan dari keterbatasan. Di masa awal berjuang, kami dihadapkan dengan serba seadanya. Fasilitas minim, tenaga pengajar terbatas, bahkan kepercayaan dari masyarakat harus didapatkan dengan penuh effort.
“Awal Maskanul Huffadz ini dibentuk, kami sangat keterbatasan ilmu. Kami berjuang sembari belajar. Perjuangan yang paling terasa itu saat pengurusan legalitas Yayasan. Kami harus berjuang dari nol, hujan-hujanan pakai motor mengunjungi kantor-kantor pemerintah, yang saat itu sangat awwam,” jelas Manda Ayu Lestari., S.Hum., M.Pd., selaku Co-Founder Maskanul Huffadz.
Kini, setelah sepuluh tahun berjalan, Maskanul Huffadz mulai tumbuh dan berkembang. Sejak tahun 2016, Maskanul Huffadz telah melahirkan ratusan alumni. Semua alumni tersebut telah menyelesaikan hafalan 30 juz sejak usia remaja mereka. Tentunya bagi kami pencapaian pesantren ini bukanlah tentang banyaknya angka, tetapi menjadi gambaran bahwa Maskanul Huffadz telah memberi peran dan kebermanfaatan yang luas bagi anak bangsa.
Usia perjuangan Maskanul Huffadz sangat panjang. Di usianya satu dekade ini semakin menyadari bahwa menjaga kualitas lebih sulit daripada membangun dari nol. Maka, fokus pesantren kedepannya adalah memperkuat manajemen program pembelajaran, membina para pengurus, dan tentunya memastikan perjuangan ini tetap dibungkus dalam nilai-nilai Al-Qur’an.
“Menghadapi tantangan kedepan, pesantren terus berupaya agar regenerasi berlanjut. Kami ingin Maskanul Huffadz selalu ada meskipun kami tidak ada lagi di dunia ini,” tambah Manda Ayu.
Sejak berdiri, bagi kami pesantren ini adalah ladang amal jariyah. Di sinilah tempat tumbuhnya harapan dan ruang bagi kami menitipkan mimpi-mimpi besar kepada generasi Qur’an.
Satu dekade mungkin hanyalah fase. Namun bagi pesantren, angka ini adalah bukti kesungguhan untuk memberi manfaat dan membantu generasi muda untuk menyelami ilmu. Dan dari semua perjuangan ini, satu hal yang selalu pesantren ini pegang yakni kecintaan pada dakwah Al-Qur’an.










